Ratusan Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan

Ratusan Warga Tuntut Ganti Rugi Lahan
Posted by:
OKU TIMUR  – Ratusan masyarakat yang berasal dari Desa Campang Tiga Ulu Kecamatan Cempaka OKU Timur mendatangi kantor DPRD OKU Timur dan juga kantor Bupati OKU Timur, Senin (05/11).
Mereka menuntut ganti rugi atas kepemilikan lahan masyarakat seluas 322 hektar yang masuk ke dalam lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Laju Perdana Indah (LPI) yang hingga saat ini belum dibayarkan.
Kedatangan massa yang menggunakan empat unit truk dan dua unit minibus ini tiba di kantor DPRD OKU Timur sekitar pukul 10.00 WIB dan melakukan orasi singkat. Massa tidak lama kemudian diterima oleh Wakil Ketua I DPRD OKU Timur Ir Hj Juniah MP dan Asisten I Setda OKU Timur Drs. Dwi Supriyanto MM.
Tak puas hanya menyampaikan aspirasinya kepada anggota dewan, massa meneruskan perjuangannya menuju Pemkab OKU Timur untuk menemui Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi.
Kepada Bupati OKU Timur, perwakilan massa melalui koordinator aksi menyampaikan tuntutan mereka atas kepemilikan lahan seluas 322 hektar milik masyarakat Desa Campang Tiga Ulu yang masuk kedalam Hak Guna Usaha (HGU) PT. LPI yang hingga saat ini belum menerima ganti rugi yang dijanjikan.
“Persoalan tanah adalah persoalan hidup dan mati rakyat, masyarakat Desa Campang Tiga Ulu sudah selama dua tahun ini berjuang untuk mendapatkan hak atas tanahnya kembali yang telah di ambil oleh PT Laju Perdana Indah (LPI). Tujuan kami menyampaikan aspirasi terkait ganti rugi lahan masyarakat seluas 322 hektar yang berada dalam HGU PT LPI dan pengembalian 1000 hektar lahan yang dihibahkan cuma-cuma kepada LPI dari masyarakat. Jadi total luas lahan kami 1322 hektar,” ujar koordinator aksi, Jaimarta kepada wartawan.
Dirinya menegaskan, apabila belum ada kejelasan sikap dari Pemkab OKU Timur atas permasalahan yang dihadapi masyarakat ini, pihaknya akan tetap bertahan dan mendatangkan massa lebih banyak lagi.
“Kami terus berjuang selama dua tahun terakhir ini, namun hingga saat ini belum ada titik terang dan kejelasan dari pihak LPI. Ini akan terus diperjuangkan, bila perlu kami bertahan sampai ada keputusan,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi mengatakan, Pemkab OKU Timur sejauh ini sudah melakukan pembicaraan dan mediasi kepada pihak LPI, namun penawaran dari pihak LPI atas biaya ganti rugi tersebut belum menemui kesepakatan. Namun dirinya berjanji akan memanggil kedua belah pihak untuk penyelesaian masalah ini secepatnya.
“Kami memanggil LPI, baik untuk Betung Timur maupun campang Tiga Ulu dan pihak LPI menawarkan uang kerohiman. Tanpa diminta kami tetap mengupayakan yang terbaik untuk kedua belah pihak. Secepatnya kita akan memanggil kembali pihak LPI,” pungkas Kholid. (cw07)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses