Rekonstruksi, Keluarga Korban Mengamuk

Rekonstruksi, Keluarga Korban Mengamuk
Tersangka Amirudin (52) memperagakan adegan saat digelarnya rekonstruksi pembunuhan Arini (39) di Penginapan Pipit, Kamis (7/4). Foto : Agus/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Polresta Palembang akhirnya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Arini (39) yang ditemukan telah menjadi mayat di dalam lemari kamar Nomor 11 Penginapan Pipit di Jalan Pipit I RT 22 RW 05, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II.

Rekonstruksi digelar pada Kamis (7/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Rekonstruksi yang digelar di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ini juga disaksikan oleh keluarga korban dan sempat ricuh. Pasalnya, Hj Zusnimar (70), ibu kandung Arini langsung memukul tersangka Amirudin (52) saat akan memulai rekonstruksi. Beruntung, aksi Hj Zusnimar itu berhasil dilerai petugas hingga kericuhan tak semakin meluas.

“Saya tidak terima jika anak saya dibunuhnya. Dia (tersangka) ini kejam dan biadab. Kami minta dia dihukum yang setimpal,” ungkap Zusnimar seraya bercucuran air mata.

Setelah keluarga korban berhasil ditenangkan, polisi langsung melakukan rekonstruksi dengan penjagaan ketat. Dalam rekonstruksi itu terungkap, sebelum kejadian itu tersangka dan korban sempat saling berkomunikasi melalui sambungan telepon.

Saat itu, korban meminta tersangka untuk mengantarnya ke lapak dagangan korban yang ada di Jalan TP Rustam Effendi. Namun, sebelum menuju ke kawasan tempat korban berdagang, tersangka lebih dahulu mengajak korban ke Penginapan Pipit untuk melakukan hubungan intim.

Di penginapan itu, tersangka dan korban sempat melakukan hubungan intim sebanyak dua kali. Nahasnya setelah melakukan perbuatan itu, keduanya justru terlibat cekcok mulut. Pemicunya berawal saat tersangka memperingatkan korban agar tak lagi berjalan dengan lelaki lain, lantaran menurut tersangka mereka masih dalam ikatan suami istri yang hanya berstatus pisah ranjang.

Namun, peringatan itu tidak dihiraukan korban, sehingga tersangka emosi dan langsung menganiaya korban hingga lemas. Tak sampai disitu, tersangka juga nekad menjerat leher korban hingga tewas. Untuk menghilangkan jejak, korban mengambil identitas korban dan memasukan korban di dalam lemari kamar Nomor 11 Penginapan Pipit itu.

“Rekonstruksi ini kita lakukan sebanyak 41 adegan yang langsung diperagakan oleh tersangka. Rekonstruksi ini digelar untuk melengkapi berkas yang nantinya akan dilimpahkan ke kejaksaan,” terang Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede disela-sela rekonstruksi.

Maruly menyebut, tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP juncto pasal 340 tentang pembunuhan berencana. “Tersangka terbukti melakukan pembunuhan secara berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati,” pungkasnya.(cw02)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses