Rela Masuk SMK, Cita-cita Menjadi Chef Bintang 5

Rela Masuk SMK, Cita-cita Menjadi Chef Bintang 5
Posted by:

Beda sekolah beda pengalaman. Apalagi dulunya pernah ataupun sedang bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Pasti ada cerita unik dan menarik yang tak mungkin dirasakan oleh pelajar SMA. Salah satunya, siswa SMKN 6 Palembang Boy Santosa. Dia mengungkapkan, rela masuk SMK demi menjadi seorang chef hotel bintang lima

RANGGA – Palembang

Beragam keseruan saat bersekolah di SMK bisa didapatkan siswa, mulai metode pendidikan yang tak hanya berkutat pada materi pembelajaran alias teori. Tetapi lebih mengedepankan, aspek praktik langsung.
Hal ini menjadi pembeda mendasar antara siswa SMK dan SMA, yang memang fokus terjun langsung dalam dunia kerja.
Selain itu, para siswa SMK juga merasakan pendidikan yang diberikan, mampu membawa mereka lebih dekat mencapai impian. Seperti Jurusan Tata Boga menyediakan pembelajaran bagi siswa di era globalisasi, semakin padatnya penduduk maka kebutuhan pangan dan pekerjaan pun semakin banyak.
Maka dengan adanya jurusan ini, mempermudah mencari pekerjaan dan membuka usaha boga. Dunia pendidikan menyediakan fasilitas untuk mengurangi pengangguran, setelah lulus jurusan ini diharapkan mempunyai skill dan sudah kompeten dibidangnya.
Boy Santosa salah satu siswa SMK mengatakan, dirinya memilih SMK karena ingin menjadi koki handal atau chef bintang 5. Di SMK lebih menambah keterampilan dan kemampuan dalam bidang tertentu. ‘’Kayak Tata Boga jadi lebih tau bikin makanan atau kue,” ujarnya.
Dari keterampilan yang dimiliki, terbilang kreatif dalam melakukan segala hal. Misalnya, pembuatan kue ultah, tak perlu lagi ribet membeli di took kue, cukup dibuat sendiri di rumah dengan ilmu yang ada.
“Mindset kita juga lebih dapat berwirausaha. Sebab dari sekolah sudah didik menciptakan karya yang bisa dijual. Selain tetap melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi, tetap bisa memulai usaha sendiri,” tuturnya.
Sebelumnya, alasan dirinya memilih SMK karena tertarik dapat langsung bekerja. Apalagi, di SMK pendidikan yang didapatkan lebih menitik beratkan praktek lapangan.
“Mungkin terasa susah pas saat awal masuk, namun lama kelamaan merasa nyaman dan terbiasa. Malahan makin tertarik untuk belajar mengembangkan keterampilan diri,” pungkasnya. (**)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses