Ribuan Guru di Banyuasin Meradang, Kok Bisa ??

Ribuan Guru di Banyuasin Meradang, Kok Bisa ??

BANYUASIN – Pendidikan di Kabupaten Banyuasin, kembali diterpa isu tidak sedap. Kali ini ribuan guru tenaga pendidik mulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) mempertanyakan pembayaran dana tunjangan sertifikasi Desember 2016 lalu.

Tunjangan sertifikasi pada tri wulan ke empat tahun 2016 lalu dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) baru dibayarkan bulan Oktober dan November 2016, sedangkan Desember 2016 masih tertunda hingga sekarang.

“Kita hanya menanyakan kapan pembayaran tunjangan sertifikasi bulan Desember 2016, karena hingga sekarang belum ada kejelasan dari pemerintah setempat,” terang seorang guru yang namanya minta dirahasiakan

Ditegaskan, bila tidak dibayarkan dalam waktu dekat para guru mengancam akan mengadakan aksi, karena tunjangan sertifikasi tersebut sudah diserahkan oleh pemerintah pusat ke daerah, mengapa harus ditahan oleh pemerintah Kabupaten Banyuasin.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Drs Sofran Nurozi MM melalui Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Zulkarnain SH MSi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Disdikporapar mengakui bahwa tunjangan sertifikasi Desember 2016 belum dibayar.

“Kita terus berupaya untuk mencari jalan keluarnya tentang kekurangan anggaran untuk sertifikasi guru sekitar Rp 1,2 miliar lebih, bahkan sudah menghubungi pemerintah pusat, tapi belum bisa dibayarkan karena harus melalui auditing dari pihak BPK untuk anggaran sertifikasi 2016,” terangnya.

Setiap tri wulan dikeluarkan anggaran oleh pemerintah pusat sebesar Rp 31 miliar lebih untuk anggaran sertifikasi guru di Kabupaten Banyuasin, tapi untuk Triwulan Empat 2016 hanya dibayarkan dua bulan, sehingga satu bulannya terpaksa ditunda karena anggarannya masih kurang. “Makanya Disdikporapar terus mengupayakan untuk mencari jalan keluarnya,” terang dia.

“Dana tunjangan profesi tersebut tetap dibayarkan bila ada surat perintah pembayaran dari pemerintah pusat, makanya diharapkan agar para guru tetap sabar, sekarang terus diurus kekurangan tersebut,” tegasnya (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply