Ribuan UKM di OKUT Belum Terdata

Ribuan UKM di OKUT Belum Terdata
Salah satu UKM pembuatan kain songket khas OKUT, di Desa Gunung Batu Kecamatan Cempaka, Selasa (8/8). Foto Ardi Palembang Pos

MARTAPURA – Masih banyaknya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten OKU Timur (OKUT) yang belum terdata secara formal, menjadikan pekerjaan rumah tersendiri bagi Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah OKUT. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas KUKM OKUT Drs Hermansyah Qodho, melalui Kabid Usaha dan Pembiayaan Didi Riyadi SE, diruang kerjanya, Selasa (8/8).”Di OKUT saat ini terdata sekitar 430 koperasi yg berbadan hukum. Sekitar 150 aktif, 100 kurang aktif, selebihnya mati suri dan sedang dalam tahap pembinaan untuk dihidupkan kembali. Untuk UKM yang telah mengurus IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil) sekitar 2.700 UKM, sementara masih ribuan UKM yang belum mengurus izin,” ujarnya.

Terkait kendala tersebut, dirinya menambahkan belum dimilikinya data otentik karena bidang pendataan masih terbatas di masing-masing instansi saja dan belum melaporkan atau mendaftarkan ke Dinas terkait.”Jadi data itu baru dimiliki oleh bidang UKM yang menaungi masing-masing, misalnya dalam UKM bidang pertanian, data mereka ada dimasing-masing kelompok tani saja, baru akan dilaporkan ketika akan melakukan pengajuan modal usaha kepada pihak ketiga (Perbankan) sebagai pemenuhan persyaratan. Selain itu, faktor kekurangan SDM juga masih menjadi kendala saat ini,” tambahnya.

Di Kabupaten OKUT sendiri, sektor UKM terbesar meliputi sektor Pertanian, perkebunan, industri rumah tangga, dan perikanan. Berdasarkan data, saat ini UKM yang bergerak di bidang pertanian dan perikanan sudah melebihi kebutuhan internal masyarakat OKUT dan sudah di kirim keluar daerah, khususnya komoditi ikan patin dan ikan lele.Sementara itu, dari sektor koperasi, OKUT saat ini memiliki 20 koperasi yang sudah memiliki aset diatas 1 milyar. Untuk koperasi dengan aset terbesar dipegang oleh Kopda (Koperasi Pembangunan Daerah) dengan aset sekitar 215 milyar dengan jumlah anggota lebih dari 12 ribu orang.

“Sesuai arahan Bupati, saat ini juga sedang dikembangkan koperasi dengan berbasis syariah, sudah ada 8 koperasi yang terdaftar dan berbadan hukum. Juga ada 3 koperasi pengelola pasar yang dibangun dengan dana APBN oleh Kementrian Koperasi dan UKM RI di OKUT,” paparnya.Saat disinggung mengenai kendala UKM yang mati suri, dijelaskannya, hal disebabkan sejumlah faktor diantaranya pangsa pasar yang sedikit, sulitnya mendapatkan pembiayaan lunak dan kemampuan teknologi produksi yang mengakibatkan harga hasil produksi yang kurang bersaing.”Tindakan pemerintah, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan kemasan, memberikan bantuan peralatan seperti spiner (alat pengering produk makanan) dan promosi produk UKM diluar daerah melalui expo. Target kita sebanyak 60 persen koperasi sehat dan 10.000 UKM memiliki IUMK,” pungkasnya. (Cw07)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply