Risdan : Penyitaan tidak Sesuai Amar Putusan

Risdan : Penyitaan tidak Sesuai Amar Putusan
Posted by:

##Upayakan Peninjauan Perkara Sita

PALEMBANG – Perkara sita aset tanah dan bangunan oleh Oditurat Militer (Otmil) selaku eksekutor pelaksana putusan Pengadilan Militer (Dilmil) I-04 Palembang dinilai Risdan, selaku tergugat, tidak sesuai dengan amar putusan. Seharusnya, aset yang disita berupa bangunan dan tanah di Jalan Raflesia Raya, Blok I, No 2, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-Alang Lebar.
‘’Akan tetapi aset yang disita berupa bangunan gudang dan tanah milik PT Agung Pratama Sriwijaya (APS) dan PT Musi Sarana Energi (MSE) di Jalan HBR Motik Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-alang Lebar. Kini, di dinding gudang PT APS dan PT MSE dipasang tulisan bangunan dan tanah dalam pengawasan Oditurat Militer I-04 Palembang berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 113K/MIL/2013,’’ ujar Risdan kepada awak media, kemarin.
Diutarakan Risdan, pemilik bangunan dan tanah yang disita adalah Syahril Nasution. Bukan milik dirinya. Kejadian ini, diketahuinya pada 5 Januari 2018 yang lalu. Di mana, dia mendapat telepon dari pihak kepolisian, yang mengatakan bahwa ada seng hilang dan habis dicuri. Setelah dicek ternyata memang benar.
Ditegasan Risdan, aset tanah dan bangunan yang kini dalam pengawasan Otmil tersebut, bukan miliknya. Risdan juga mempertanyakan, pada bangunan yang disita sudah dipergunakan untuk kantor koperasi oleh Odirutat Militer. Padahal masih dalam status quo.
Berdasar peraturan Menteri Keuangan No 03/PMK.06/2011 tentang pengelolaan barang milik negara yang berasal dari rampasan negara dan barang gratisfikasi, pasal 9, seharusnya Otmil menguasakan kepada Kantor Pelayanan untuk melakukan penjualan secara lelang barang rampasan milik negara dalam waktu tiga bulan dan dapat diperpanjang paling lama satu bulan. Hasilnya disetorkan ke kas negara sebagai penerimaan negara.
‘’Hal ini tidak bisa dilakukan Otmil karena Kantor Lelang tidak akan menerima permohonan. Dikarenakan obyeknya tidak jelas letaknya,’’ beber Risdan.
‘’Untuk langkah selanjutnya, saya akan mengupayakan pengajuan peninjauan kembali. Saya berharap majelis hakim tahu, bahwa lokasi penyitaan tidak sesuai amar putusan,” lanjut Risdan.
Syahril Nasution (24), selaku pemilik tanah dan bangunan yang disita mengatakan, membenarkan penyitaan aset itu tidak sesuai amar putusan Pengadilan Militer I-04.
“Alamat di pengumuman pada bangunan dan tanah yang sita, itu seharusnya berada di Jalan Raflesia Raya, Blok A2, Kelurahan Karya Baru, Sukarame. Bangunan dan tanah yang disita sekarang, itu dulu gudang mobil tangki, dan sekarang kosong. Jelas ini beda alamat. Tanah itu atas nama saya, tidak terkait dengan Risdan. Harusnya menyita rumah Risdan,” tegasnya.
‘’Aset tanah dan gudang yang dalam pengawasan, di tahun 2007 sudah atas nama saya. Tanah itu atas bukti kwitansi jual bali tanah. Dulu saya beli sama Pak RT Herman. Harapan kita pengumuman itu dilepas, tetapi kalau prosedur atau aturan dari eksekutor akan dilelang ya kita ikuti,” ungkapnya.
Sementara Kepala Otmil I-04 Kolonel Budi Arto dikonfirmasi via ponsel mengatakan perkara tersebut bukan menjadi kapasitasnya untuk menjawab. Dia menyarankan langsung ke Pengadilan Militer I-04 atau penyidik.
Sedangkan Kepala Pengadilan Militer 1-04 Palembang, Letkol Laut KH/W Tuty Kiptiany SH MH melalui Pgs Waka Letkol CHK Warsono SH, mengatakan putusan sita tahun 2013, sudah dari tingkat banding dan tingkat kasasi dan sudah berkekuatan hukum tetap.
‘’Ya putusan ini sudah berkekuatan hukum, namun kalau terjadi permasalah, upayanya cuma satu peninjauan kembali. Untuk masalah pemasangan pengumuman di sana itu eksekutor Otmil. Pengadilan Militer yang memutuskan. Yang tahu sesuai tidaknya itu pihak Risdan dan pihak eksekutor. Kami yang membacakan, antara pembacaan dengan di lapangan berbeda,” tegasnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses