Rizal Dibunuh Pasal Narkoba

Rizal Dibunuh Pasal Narkoba
Tersangka Hajeri Adi alias Vera, beserta barang bukti bekas narkoba yang diamankan di Mapolsekta SU I. foto : deni/palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Kasus pembunuhan diduga karena pasal narkoba, kembali terjadi di wilayah hukum Polsekta Seberang Ulu (SU) I. Dimana, sebelumnya Zen Muti (35), tewas dikeroyok kakak beradik Agus Darmawan alias Encik (26), dan adiknya Bambang (23).
Kali ini, giliran Somad Afrizal alias Rizal Walet (36), warga Jalan H Umar, Lorong Sabar, Kelurahan 9-10 Ulu, yang tewas. Rizal Walet tewas oleh sangkur dan tombaknya sendiri alias senjata makan tuan, dengan kondisi mengalami dua liang luka tusuk di dada kanan, dan rusuk kirinya.
Sedangkan tersangkanya Hajeri Adi alias Vera (35), warga Jalan KH Azhari, Lorong Sei Aur, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan SU I. Kasus pembunuhan itu terjadi Senin (18/01/2016), pukul 09.30 WIB, di kediaman tersangka Vera.
Pagi itu, korban yang merupakan residivis ini, mendatangi korban, sembari membawa sangkur dan tombak pendek. Karena tertantang, tersangka langsung menyeret korban keluar rumahnya. Tersangka yang berhasil merebut sajam dibawa korban, langsung dihujamkan ke tubuh korban. Akhirnya korban tewas dengan dua liang luka tusuk di tubuhnya.
“Dio (korban Rizal Walet,red) tibo-tibo sudah ado di dalam rumah, sambil bawa sangkur samo tombak. Terus aku tarik tangannyo, dan aku seret keluar. Aku hajar, pas korban lah di luar rumah. Aku pikir dio (korban) nak maling. Soalnyo lah sering dio keluar masuk sel. Dio juga sering maling dan nodong,” ungkap tersangka Vera, seperti tidak ada rasa penyesalan ini.
Setelah diluar rumah, perkelahian pun tak terelakkan, hingga terjadi pergulatan antara dirinya dan korban. Kata tersangka Vera, ia menghabisi korban menggunakan pisau yang dibawa korban sendiri alias senjata makan tuan. “Pake pisau sangkur dio tulah Pak aku habisi. Aku dak tau ado masalah apo, tapi aku pikir dio masuk rumah nak maling tulah,” ungkapnya ketika dimintai keterangan di Mapolsekta SU I.
Sedangkan menurut Sartika Dewi (32), istri korban Rizal Walet, pagi itu ia berada di rumah. Kemudian dengar suaminya ribut, hingga terluka parah di RS Muhammadiyah Palembang. Ibu empat anak ini, langsung menuju rumah sakit, bersama keluarga lainnya. ‘’Sampai di rumah sakit, suami aku sudah tidak bernyawa lagi. Ada tikaman di dada kanan, dan rusuk kirinya,” jelasnya.
Ditanya apakah suaminya ribut dengan tersangka pasal narkoba? Sartika mengaku tidak tahu pasti. ‘’Suami aku itu, make (sabu,red) iyo, bejualan idak laki aku Pak. Sudah 14 tahun lebih kami berumah tango. Sebelum kejadian aku sempat mimpi patah gigi pucuk, Minggu malam (17/01). Kalau samo kami, anak, keluargo, tanggung jawab dan saying. Tapi ado persoalan apo, laki aku dak pernah cerito. Diam laki aku ini, dak banyak ngomong,” ungkap Sartika.
Sedangkan Palem Tina (50), ayuk nomor lima korban dari 13 bersaudara, mengaku kalau korban itu merupakan anak yang kesebelas dari keluarga mereka. “Aku tekejut, lagi tiduk, baru balek jualan sayur di pasar Induk Jakabaring. Memang pernah bebala samo musuhnyo, tapi waktu bujang, ini bebala lagi. Dak tau apo masalah adek aku (Rizal Walet,red) sampek cak ini,” ungkap Tina ditemui di RS Muhammadiyah Palembang.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Tjahyono Prawoto SH MH, melalui Kapolsekta SU I Kompol Suhardiman SH menegaskan, pihaknya telah melakukan penyelidikan hingga menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Pihaknya juga tidak menampik wilayahnya sudah terjadi tindak pembunuhan dalam 2 hari terakhir, yang motifnya sama mengarah ke persoalan narkoba.
“Informasi yang kami dapat, dari barang bukti seperti beberapa lembar plastik bekas narkoba, 2 korek api gas, serta alat hisap sabu. Dari olah TKP ini, motifnya sama mengarah ke narkoba. Barang bukti lain baju berlumur darah, pisau sangkur serta mata tombak, juga kita amankan. Korban tewas akibat 2 liang luka tusukan,” terang Suhardiman.
Ditegaskan Suhardiman, pihaknya bergerak cepat bersama anggotanya saat mendengar ada kasus pembunuhan yang terjadi. “Sampai anggota kita lupa pakai helm dengan menerobos lampu merah. Kita cepat mengejar tersangka, hingga Hajeri Adi alias Vera, sekitar 15 menit kemudian kita tangkap. Dugaan kuat motifnya mengarah ke narkoba, tapi masih kita dalami. Tersangka dijerat pasal 338 KUHP, dengan ancaman 12 tahun penjara,” tegasnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses