Rp 10 Juta dari Sumbangan Guru [Kasus Oknum LSM Memeras]

Rp 10 Juta dari Sumbangan Guru [Kasus Oknum LSM Memeras]
Kedua saksi saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Kayu Agung, Kamis (28/7). Foto: Muin Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG – Sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan dua orang oknum LSM ED dan KAR terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Daerah G 4 Kecamatan Mesuji Raya OKI pada Maret 2016, Kembali digelar di PN Kayuagung, Kamis (28/7).

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini,  jaksa penuntut umum (JPU) Diah, SH menghadirkan dua orang saksi M Husni selaku ketua Komite Sekolah dan Retno selaku Bendahara sekolah. Saksi M Husni dalam keterangannya mengatakan, awalnya pihak sekolah dihubungi oleh oknum LSM tersebut dan menyatakan, pihak sekolah telah melakukan pungutan liar.

“Lantas pihak sekolah menghubungi saya dan saya katakan bahwa pungutan yang dilakukan oleh sekolah adalah sah dan itu sudah mendapatkan persetujuan   dari seluruh wali murid,” ujarnya.

Namun saat itu ED tidak percaya, dan mengatakan, jika kasus ini ingin selesai dan tidak dilanjutkan ke pihak yang berwajib, maka pihak sekolah harus menyiapkan sejumlah uang.”Saat itu terdakwa ED yang mengatakan mereka dari devisi hukum mabes polri, dan jika tidak ada uang Rp. 60 juta kasus ini akan dilanjutkan,” kata saksi menirukan ucapan terdakwa.

Kemudian saksi menghubungi Kapolsek Mesuji Raya yang saat itu dijabat Iptu Irwan Sidik. Lantas pihak Polsek menyatakan siapkan saja uang Rp. 10 juta dan latakan kepada terdakwa, sisanya sekitar 15 menit lagi, namun saat uang diserahkan nanti disekolah saja.

“Lantas saya telepon ED, Namun saya  katakan uang ada 10 juta dulu sisanya 15 menit lagi, kemudian ED minta agar uang diserahkan ditempat lain, namun saya tidak maum,” katanya.

Setelah itu, kemudian ED dan KAR datang ke sekolah untuk mengambil uang yang dijanjikan, usai menerima uang keduanya langsung diringkus oleh pihak kepolisian yang sudah menunggu.”Saya yang serahkan uang disekolah, saat itu yang terima ED, lantas  tak lama kemudian anggota polsek langsung meringkusnya,” kata saksi.

Sementara itu Saksi Retno mengatakan, uang tersebut merupakan hasil sumbangan dari para guru-guru dan kas sekolah. “Saya hanya diperintahkan untuk mengumpulkan uang pak, setelah terkumpul uang itu saya serahkan pada pak Husni,” kata saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Majelis Hakim H Jeily Sahputra menunda sidang hingga kamis pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.Sementara itu sekedar mengingatkan, kedua oknum yang masing masing menempati jabatan KAR sebagai koordinator Kecamatan Lempuing dan Lempuing Jaya, Sedangan ED sebagai Koordinator Kabupaten OKI ini mendatangi pihak sekolah atas temuan LSM terkait penyimpangan yang dilakukan pada sekolah tersebut.

Merasa tidak mau lagi berurusan dengan LSM yang bukan kali saja mendatangi SMP 3 Mesuji Raya, meskipun tidak memenuhi semua keinginan LSM, akhirnya disepakati, pihak sekolah hanya menyanggupi uang sebesar Rp 10 Juta sebagai uang tutup mulut atas penemuan penyimpangan di sekolah milik pemerintah ini.(jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses