Rusunawa Jadi Sarang Tomcat

Rusunawa Jadi Sarang Tomcat
Posted by:


##Akibat Lama Kosong tak Ditempati

MESKI sudah tiga tahun berdiri, rumah susun sewa (rusunawa) Kota Palembang di Jalan Karya Jaya, Kertapati, Kota Palembang, tak langsung ditempati. Saking lamanya tak dihuni, malah datang penghuni yang tak diundang yakni tomcat (paederus fuscipes) adalah serangga cukup beracun yang hidup di daerah lembab.

Terbukti, dari tiga blok yang ada, baru diisi 60 kepala keluarga (KK). Padahal setiap blok Rusunawa Kertapati terdiri dari 100 kamar.

“Memang peminatnya kurang. Saya lihat yang menjadi persoalan utama kurangnya minat masyarakat untuk tinggal di Rusunawa Kertapati, adalah jaraknya

Bangunan rusunawa terbagi tiga gedung A, B, dan C, terdiri atas 99 kamar dari masing-masing setiap gedungnya. Rusunawa ini lama berdiri dan belum dihuni, lantaran masih banyak beberapa kekurangan.

Namun kini, bangunan tersebut sudah mulai dihuni dan berbagai wilayah di Kota Palembang.
Salah satunya, Yolanda (18), warga Blok A lantai 1, sudah menempati sejak April 2016 yang lalu. “Kami tinggal di sini sejak April 2016,” ujarnya, kemarin.

Lanjutnya, yang pertama menunggu disini adalah karyawan Transmusi sudah sejak Febuari 2016. “Dia sendirian menunggu Rusunawa, waktu itu. Nah beberapa bulan kemudian, baru saya masuk dan tinggal disini serta beberapa warga lainnya,” jelasnya.

Untuk rusunawa sendiri, semuanya baik dan bagus. Mulai listrik sudah menggunakan token dengan 900 volt, air hidup 24 jam. Begitu juga keamanannya, hanya bak mandinya saja yang tak ada.
“Segi fasilitas memang baik karena semua telah terpenuhi,” ujarnya.

Namun, fasilitas yang memadai tidak seimbang dengan keselamatan warga yang menunggu. Satu warga terkena hewan tomcat dari salah satu bangunan rusunawa.

“Di sini banyak hewan tomcat. Pernah ada warga disini terkena wabah tomcat mengakibatkan wajahnya merah – merah karena terkena gigitan,” ungkapnya.

Untuk hewan tomcat, sambungnya, sudah ada sejak lama, hewan tersebut berada dilantai IV blok A.
“Di sana banyak sekali sarangnya. Tak ada yang naik kesana karena takut terkena gigitan hewan tersebut,” ujarnya.

Ketika Palembang Pos ingin mengecek tomcat yang berada dilantai 4 rusunawa Blok A, warga pun melarang karena bahaya bagi keselamatan dan banyak tomcat yang bersarang disana.

“Jangan ke atas, Pak, karena bahaya. Kalau kita menoleh ke atas dan hewan jatuh ke wajah kita, maka akan digigit. Akibatnya, kita mengalami gatal –gatal yang sangat luar biasa dan kulit akan merah – merah,” pintanya.

Warga rusunawa sendiri sudah melapor ke Kecamatan Kertapati dan sudah ditindak lanjuti. Namun hewan tadi datang lagi.

“Sudah pernah dilakukan penyemprotan untuk membasmi tomcat ini. Tetapi hewan itu masih ada sampai sekarang,” ujarnya.

Ia berharap, pengurus rusunawa dapat memberikan keselamatan bagi warga karena disini banyak anak kecil.

“Ya, kami berharap pengurus Rusunawa dapat membasmi hewan yang menggangu keselamatan warga. Apalagi, disini banyak anak- anak dan saya tidak mau anak saya menjadi korban,” harapnya.
Sementara, Ahmad Nopan selaku Direktur Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) disinggung adanya serangan tomcat di salah satu blok rusunawa, mengaku tak mengetahuinya.
“Saya tidak tahu kalau ada tomcat dan apa tomcat itu,” tanyanya.

Pihaknya, akan cek lokasi apa memang benar ada seperti yang dibicarakan warga disana. “Saya akan cek ke lokasi dan akan saya lakukan penyemprotan agar warga disana tidak khawatir,” pungkasnya. (cw06)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses