Saksi Toto: BRI Cukup Minta Foto Lahan

Saksi Toto: BRI Cukup Minta Foto Lahan
Sidang pinjaman fiktif BRI Cabang Kayuagung berlangsung di PN tipikor Palembang, kemarin. Foto:Poetra/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Dengan modus memberikan pinjaman kepada 22 kelompok tani dari bank BRI dengan kerugian negara 11 Miliar, akhirnya terdakwa Bambang Mulyono (48) dan M Nuh (52) keduanya menjabat sebagai Account Officer di Bank BRI Cabang Kayuagung, kembali menjalani proses sidang di Pengadilan Negri Klas 1 A khusus Tipikor Palembang, Rabu (27/7).

Dipersidangan, dengan agenda keterangan saksi, H Husin selaku mantan Kepala Perijinan Penanaman Modal untuk wilayah Kabupaten OKI dan Toto yang merupakan Kepala Desa Mekar Wangi, Kecamatan Mesuji. Toto bersaksi dihadapan majelis hakim terkait kasus dugaan kredit piktif sebesar 11 miliar.

Dirinya mengatakan, jika kelompok tani mendapatkan pinjaman seharusnya memiliki kaplingan tanah dan mengikuti simpan pinjam sebesar 5 juta.

“Untuk masyarakat yang tergabung di kelompok tani, dapat memiliki pinjaman jika memiliki kaplingan tanah. Bahkan bagi yang tidak memiliki kaplingan dapat meminjam milik orang lain,” ujar Toto.

Masih dikatakan Toto, dirinya tidak mengetahui bahwa pegawai bank BRI tidak meninjau terlebih dahulu ke lokasi untuk memberikan kredit kepada kelompok tani.

Bahkan saat pencairan tidak diberitahukan kepada yang bersangkutan secara langsung melainkan melalui telepon.

“Saat itu, pegawai dari bank hanya meminta foto lahan dan foto rumahnya saja, kalau ngecek langusng saya tidak tahu,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan kredit KUR seharusnya dilengkapi dokumen untuk disampaikan ke pimpinan dan diajukan dulu, hingga disetujui bukannya menyalagunakan kewenangan ataupun kesempatan terkait penjaman kredit fiktif tersebut.

Dalam berkas dakwaan, Terungkap ada Sebanyak 22 kelompok fiktif mendapatkan pinjaman, perkelompok masing-masing mendapatkan 500 juta.

Sementara, majelis hakim yang diketuai Paluko SH didampingi dua hakim anggota Junaida SH , usai mendengarkan keterangan para saksi memutuskan sidang ditunda hingga pekan depan. “Sidang kita lanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi lainnya,” kata Paluko. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses