Saling Serang di Dunia Maya

Saling Serang di Dunia Maya
Posted by:

Media sosial (Medsos), seperti facebook, instagram dan lainnya menjadi alat yang digunakan pendukung ataupun simpatisan untuk saling serang.
Sayangnya, sebagian besar menggunakan akun palsu, sehingga aparat terkait sulit mendeteksi pelakunya.
Dari pengamatan dan sumber informasi yang didapat, Jumat (23/2/18), Medsos facebook merupakan media yang sering dan banyak dipakai oleh para pendukung ataupun simpatisan untuk menyerang lawan politik yang sudah menyalahi aturan dan hukum yang berlaku.
Disisi lain, media ini juga digunakan untuk mempromosikan jagoan mereka masing-masing.
Dengan berbagai kata, berupa sindiran, hujatan, ujaran kebencian dan lainnya, akun-akun yang ada saling serang, baik ditujukan kepada paslon ataupun tim pendukung.
Namun sayang, kebanyakan mereka ini, menggunakan akun palsu, dalam artian tidak sesuai dengan identitas jati diri mereka.
Selain menggunakan postingan di dinding akun, saling serang antar massa paslon yang akan bertarung pada Pilkada Empat Lawang 2018 ini terlihat di dua grup, yakni Empat Lawang Mencari Pemimpin 2018-2023 dan Debat Promosi Calon Bupati dan Wakil Bupati Periode 2018-2023.
Dalam kedua grup tersebut, sejumlah akun memposting pernyataan yang provokatif, ujaran kebencian dan melenceng dari etika perpolitikan, bahkan mengandung konten isu SARA.
Karena sudah membuat keresahan di tengah masyarakat, karena opini-opini yang disampaikan akan membuat perpecahan dan konflik, masyarakat menilai kehadiran akun palsu dan dua grup tersebut tak layak lagi.
Konten ataupun postingan yang dimuat sudah melanggar undang-undang ITE.
Sudah jelas, hal-hal yang dimuat melanggar undang-undang ITE, karena bernuansa provokasi dan ujaran kebencian.
‘’Aturan dan hukumnya sudah jelas, pemilik akun meski diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap Oktaviansyah, warga pengiat Medsos.
Dikatakannya, penegak hukum juga mesti cepat mengambil tindakan tegas. Jangan sampai Medsos yang sudah disalah gunakan ini menjadi alat pemecah, hingga berujung konflik di tengah masyarakat.
Kepolisian ada cybercrime untuk pengusutan dan penindakan hukum pengguna ITE yang melanggar aturan dan hukum yang berlaku.
‘’Usut tuntas pemilik akun-akun baik akun palsu maupun akun asli yang sudah menebar fitnah, memprovokasi dan menyampaikan ujaran kebencian ini,” harapnya.
Menyikapi itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, Rudi Yanto saat acara Media Gathering di sekretariat KPU kemarin mengatakan, segera mengeluarkan surat rekomendasi kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Polres Empat Lawang untuk menutup dua akun grup facebook terkait pilkada Kabupaten Empat Lawang yang dinilai meresahkan masyarakat itu.
“Kami sudah lama amati isi dan postingannya yang sangat jauh dari etika berpolitik dan sangat memprovokasi masyarakat Kabupaten Empat Lawang,” ungkapnya.
Adapun kedua akun grup facebook tersebut, lanjutnya yaitu Debat promosi Calon Bupati dan Wakil Bupati Empat Lawang periode 2018 -2023, serta Empat Lawang mencari pemimpin 2018-2023. Akun tersebut sudah digunakan sebagai media yang menebar isu provokatif dan ujaran kebencian.
“Grup Facebook tersebut dinilai sudah digunakan sebagai media yang tidak wajar lagi dan sudah banyak menebar isu provokatif dan ujaran kebencian,” terangnya.
Rudianto juga menegaskan, apabila ada akun yang bersifat memprovokasi dan ada bukti konkrit telah melanggar ketentuan dalam etika berpolitik mengenai pilkada Empat Lawang, segera laporkan ke Panwaslu Kabupaten Empat Lawang, untuk ditindaklanjuti dan diproses secara hukum.
“Saya harap agar masyarakat pengiat media sosial juga dapat memberikan informasi edukatif dan bermanfaat kepada masyarakat Empat Lawang. Bilamana ada akun yang provokatif, silahkan lapor ke kita untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (cw09)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses