Satu Keluarga Diduga Ikut Gafatar

Satu Keluarga Diduga Ikut Gafatar
Megawati melapor ke Polda Sumsel, karena anaknya bernama Ratih Medianti diduga ikut Gafatar. foto : putra/palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Seperti terjadi di kota-kota besar lainnya, seperti di DI Yogyakarta, dan Solo, satu keluarga di Palembang, Sumsel, bahkan terindikasi bergabung dengan ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang bermarkas di Kalimantan. Bahkan, satu keluarga ini dilaporkan hilang sejak Nopember 2015 lalu.
Hal itu terungkap setelah salah satu keluarganya atau pelapor Taufik (47), warga Komplek Tanjung Sari, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, melaporkan kasusnya ke Mapolda Sumsel, Rabu (13/01/2016).
Taufik mengatakan, adiknya Sukainah (42), pergi bersama suaminya Zainal (45), serta kelima anaknya Hanif, Nia, La, Wa, Dek Fa, dengan alasan untuk bertani. “Adik saya (Sukainah,red) bilang mau bertani di Kalimantan. Dia berangkat duluan. Setelah itu disusul suaminya bersama lima orang anaknya,” kata Taufik.
Dilanjutkan Taufik, sejak nama Gafatar muncul di media sebagai aliran sesat, dirinya mulai resah jika adiknya bersama suami dan anaknya itu ikut dengan organisasi tersebut. “Kami takut mereka bergabung ke Gafatar. Di telepon masih aktif, dan adik saya itu mengaku di Kalimantan, tetapi tidak tahu dimananya. Ketika ditanya kemana, adik saya tidak mau ngomong,” tandasnya.
Selain Taufik, Megawati (50), warga Jalan Kaswari 5, RT 31, Kelurahan Sialang, Kecamatan Sako, juga melaporkan hilangnya putri kesayangannya diduga kuat ikut gabung aliran sesat tersebut.
Megawati mengatakan, putrinya bernama Ratih Medianti (23), berangkat pada 17 Nopember 2015, sekira pukul 12.00 WIB, menuju Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Hal tersebut diketahui Mega saat dirinya mengecek rekening putrinya itu. “Dari rekening tersebut, terlihat anak saya beli tiket tujuan Pontianak, dan transit ke Jakarta,” kata Megawati.
Kecurigaan Megawati muncul, setelah dirinya menelepon Ratih, namun tak pernah diangkat. Selain itu, dalam kurun waktu satu tahun, Ratih yang dulunya taat ibadah menjadi tidak pernah salat. “Anak saya pernah bilang. Kalau mama mau diurus adik, mama harus ikut adik ke Kalimantan, gabung ke Gafatar. Anak saya juga tidak pernah salat lagi,” jelasnya. (vot/len/omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses