Sayuran Impor Ekspansi Pasar Tradisonal

Sayuran Impor Ekspansi Pasar Tradisonal
Posted by:

PALEMBANG – Saat ini beberapa sayuran impor yang melanda kota Palembang kembali berhamburan, dimana pada bulan terakhir sayur-sayur dari luar negeri juga hadir di pasar tradisional. Mayoritas pedagang mendapatkannya dari Pasar Induk Jakabaring.
Harganya pun tidak jauh beda dengan harga sayur-sayuran produksi lokal. Pedagang sayur KM 5, Erna mengatakan saat ini ada tiga macam sayur impor yang beredar di pasarnya, yaitu kentang, wortel, dan timun. Meski harganya lebih mahal dibandingkan sayur lokal, namun sayur impor justru lebih segar. “Sejak sayuran lokal naik, sayur impor banyak dijual distributor kepada agen yang ada di pasar kami,” katanya.
Harga sayur impor memang lebih mahal dibandingkan dengan lokal. Timun saja lokal Rp 6.000 perkilogram, sedangkan timun impor Rp 12.000 per kilogram. Lalu, kentang lokal Rp 8.000 per kilogram impor Rp 15.000 per kilogram, dan wortel impor Rp 15.000 per kilogram lokal Rp 9.000 per kilogram. “Untuk sementara ini baru tiga macam ini sayur impor ini yang ada, sedangkan untuk sayur impor lain belum ada,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam mendapatkan sayur impor yang dikirim langsung oleh distributor dari Pasar Induk Jakabaring. Dan dia tidak mengetahui dari mana para distributor ini mendapatkan sayur impor ini. “Tetapi meskipun sayur impor lebih segar dan enak, pembeli masih lebih memilih sayur lokal, karena harganya lebih murah,” jelasnya.
Meski sayur impor cukup memadai namun penjualannya tidak sebesar sayur lokal. Hal ini disebabkan para pembeli lebih memilih sayur impor meskipun ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan sayur lokal. “Lebih enak jual yang lokal karena modalnya lebih kecil dibandingkan dengan impor. Tapi, kalau sayur impor tidak laku, kita akan rugi cukup besar kalau lokal kalau tidak laku ruginya tidak begitu besar,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala PD Pasar Kota Palembang Asnawi mengatakan sejauh ini beberapa pasar ada yang menjual sayuran impor. “Kalaupun ada keberadaan sayuran impor beredar di pasar tradisional di pasarnya, itu merupakan pengaruh permintaan pembeli sendiri, ada yang menyukai lokal dan ada juga menyukai produk impor, sebab kebutuhan pembeli ini berbeda-beda,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses