Sebut Setnov Hanya Boneka Ical

Sebut Setnov Hanya Boneka Ical
Barisan Pemuda Mahasiswa NTT Peduli Golkar, saat menggelar konferensi pers terkait penolakan Setya Novanto sebagai Caketum Golkar, karena memiliki catatan yang buruk dan bisa merugikan partai Golkar, Jakarta, Minggu (8/5). Foto Ricardo/jpnn.com
Posted by:

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menduga Setya Novanto hanya akan menjadi ketua umum boneka jika terpilih menggantikan Aburizal Bakrie lewat munaslub Partai Partai Golkar. Sebab, bekas ketua DPR itu tak akan bisa mandiri.
Pangi mengatakan, Ical -sapaan Aburizal- tentu tak akan serta-merta meninggalkan kursi ketua umum Golkar. Karenanya Ical pun harus memastikan ketua umum Golkar yang akan datang tetap di bawah kendalinya. “Dari calon-calon yang ada, yang paling dekat dengan ARB (Aburizal Bakrie, red) saya rasa adalah Setya Novanto. Tentu ARB tak mau kehilangan pesona ketika tidak lagi jadi ketum,” ujar Pangi, Minggu (8/5).
Karenanya Setnov -sapaan Novanto- tidak akan bisa mandiri jika kelak terpilih sebagai ketua umum Golkar. Sebab, kata Pangi, politikus Golkar yang terseret kasus Papa Minta Saham itu hanya akan menjalankan perintah Ical. Pangi pun meyakini Ical pasti mengarahkan dukungan ke Novanto. “Jadi ARB bakal dukung Setnov dan kalau kita telaah secara kritis, kans Setnov untuk terpilih jadi ketum Golkar tergolong tinggi,” ujarnya.
Lebih lanjut Pangi yang juga direktur eksekutif Voxpol Center itu mengatakan, Ical masih ingin mempertahankan pengaruhnya di Golkar. Paling tidak untuk menjaga bisnisnya agar tetap berjalan dengan baik. “Kalau (dilepas,red), saya menduga bisnis ARB jadi terganggu. Saluran kekuatan politik berupa parpol bisa memuluskan izin dan menjaga kepentingan bisnis berjalan dengan mulus,” ujar Pangi.

#Syahrul Tetap Ogah Main Uang
Sementara Bakal calon ketua umum Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo langsung tancap gas setelah namanya diloloskan oleh panitia musyawarah nasional luar biasa (munaslub) partai berlambang beringin hitam itu. Syarul yang sebelumnya sempat dicoret dari daftar caketum Golkar, merasa lega karena akhirnya bakal bisa bersaing menjadi pengganti Aburizal Bakrie.
Syahrul menngaku sudah membubarkan tim suksesnya untuk pemilihan ketua umum Golkar begitu namanya tak dilolskan oleh panitia munaslub. Namun, begitu panitia munaslub merevisi dan meloloskan Syahrul sebagai calon ketua umum, maka politikus Golkar yang juga gubernur Sulawesi Selatan itu langsung bergerak lagi.
Menurut Syahrul, Sabtu (7/5) pukul 16.00, dirinya mendapat pesan singkat bahwa namanya akhirnys lolos sebagai calon ketua umum. “Malamnya saya kumpulkan lagi tim-tim saya,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (8/5). Lebih lanjut Syahrul mengatakan, dirinya memang tak menyetor uang sepeser pun ke Panitia Munaslub Golkar meski ada kewajiban menyumbang Rp 1 miliar.
Alasannya agar Golkar bisa melangkah ke era baru yang bebas dari politik mahar dan transaksional. “Masalah uang telah kita awali dan kita hentikan. Cara kepemimpinan dan uang sudah kita akhiri,” katanya.
Lantas apa modal Syahrul untuk bisa menang di bursa calon ketua umum? Ia menegaskan, menang atau kalah bukanlah prioritasnya. Ia justru ingin membuktikan bahwa uang bukanlah kekuatan utama di Golkar. “Tapi kita mampu dalam perekutan minimal tidak budayakan menggunakan uang. Mulai besok kita buktikan,” ujarnya.
Terpisah, mendapat nomor urut satu dalam pengundian calon ketua umum Partai Golkar membuat Ade Komarudin semakin optimistis. Apalagi, dukungan terhadap dirinya terus bertambah. “Insya Allah, sampai saat ini dukungan terus berbondong-bondong. Dan saya terus optimistis dan juga berusaha keras,” kata Akom – sapaan Ade Komarudin, di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (7/5).
Saat ditanya programnya bila nanti terpilih sebagai ketua umum partai Golkar, Akom belum bersedia membukanya. Ia beralasan saat ini dirinya sedang fokus untuk mendapatkan kemenangan dalam munaslub. “Andai nanti terpilih, saya akan melakukan banyak hal untuk partai dan juga untuk negara ini untuk membantu pemerintah mensejahterakan rakyat,” katanya tanpa merinci program.
Delapan calon ketum Golkar akan bertarung dalam Munaslub di Nusa Dua, Bali, 15-17 Mei mendatang. Dalam sepekan ke depan, para calon akan keliling ke tiga zona untuk sosialisasi dan kampanye.
Di sisi lain, menjelang Munas Luar Biasa Partai Golkar, dilakukan pengundian nomor urut bakal calon ketua umum di DPP Golkar, Sabtu, 7 Mei 2016. Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo, dua kandidat yang akhirnya diloloskan oleh panitia pengarah, tidak hadir dalam seremoni tersebut. Pengundian nomor urut kedua kandidat itu diwakilkan oleh tim suksesnya.
Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, kedua kandidat tidak hadir karena masih dalam perjalanan dari luar kota menuju Jakarta. Syahrul Yasin Limpo disebutkannya sedang dalam perjalanan dari Makassar ke Jakarta dan Indra Bambang Utoyo dalam perjalanan dari Bandung ke Jakarta.
“Disepakati kedua bakal calon diwakilkan dalam pengambilan nomor urut. Akan tetapi, perwakilan tidak boleh tampil ke depan,” ujarnya saat memberikan sambutan. Hasil pengundian nomor urut delapan bakal calon ketua umum adalah: 1. Ade Komaruddin, 2. Setya Novanto, 3. Airlangga Hartanto, 4. Mahyudin, 5. Priyo Budi Santoso, 6. Azis Syamsuddin, 7. Indra Bambang Utoyo, 8. Syahrul Yasin Limpo.
Sebelum mengundi nomor urut, diserahkan SK penetapan bakal calon ketua umum kepada para kandidat. Nurdin mengatakan, bersamaan dengan ditetapkannya kandidat sebagai bakal calon ketua umum, peraturan terkait etika Munaslub Partai Golkar mulai mengikat para kandidat. Begitu juga pemilih dan penyelenggara acara akan terikat peraturan tersebut.
Salah satu peraturan yang menarik perhatian adalah larangan politik uang. Bila terbukti melanggar aturan tersebut, sanksi akan dikeluarkan oleh Komite Etik. Sanksinya mencakup diskualifikasi bakal calon ketua umum sampai hilangnya hak suara pemilih.
Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar juga menetapkan agar selama musim kampanye sampai pemilihan, tidak ada interaksi negatif yang berujung politik uang antara kandidat dan pemilih. “Mulai hari ini tidak ada interaksi negatif antara bakal calon ketua umum dan pemilih,” kata Nurdin Halid.

#PDIP Jajaki Koalisi
Sementara itu, PDIP dan Golkar sudah terlihat tanda-tandanya bakal berkoalisi dalam menghadapi pilkada Kabupaten Cilacap Februari 2017 mendatang. Dua parpol tersebut sama-sama memiliki sembilan kursi di DPRD Kabupaten Cilacap. Arah koalisi makin kuat setelah para petinggi partai saling mengisyaratkan untuk berkoalisi setelah melakukan pertemuan, Selasa (3/5), di salah satu hotel di Cilacap.
“Banyak hal yang dibicarakan dan prinsipnya sama. Koalisi sangat mungkin. Saya kira kedepannya, yang mempertemukan koalisi adalah persamaan persepsi, ide dan visi ke depan. Selanjutnya tentunya persamaan pasangan calon yang mesti diusung. Dua hal ini kalau saya analogikan selayaknya mata kail, saling bersinggungan,” terang Taufik seperti diberitakan Radar Banyumas (Grup Palembang Pos).
Taufik yang juga Bakal calon Bupati dari PDIP sekaligus Ketua DPC PDIP Cilacap itu, mengatakan, kedua partai memaknai Pilkada 2017 sebagai momen memperkuat peran partai. “PDIP sendiri memiliki peran sentral untuk menentukan pengusungan calon. Bukan sebaliknya, calon yang ambil peran menyetir partai,” ujarnya.
“Maka untuk PDIP, partai yang menentukan, bukan kemauan calon. Kalau yang terjadi sebaliknya, ini degradasi politik. Membentuk koalisi dan maju sebagai bakal calon Bupati bukan hal main-main,” imbuhnya lagi.
Sementara, Ketua DPD Golkar Cilacap sekaligus Balon Bupati Cilacap 2017 dari Golkar, Toto Yulisantoso, pertemuan memang untuk membangun kesamaan persepsi, termasuk sosok bupati ke depan. ”Satu agenda yang utamanya, yakni membangun saling pengertian terhadap kriteria sosok pemimpin yang punya komitmen terhadap Cilacap,” ujarnya. (gir/boy/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses