Sehari 17 Kali Transaksi [Bandar Sabu di OKI Diringkus]

Sehari 17 Kali Transaksi [Bandar Sabu di OKI Diringkus]
Pelaku Bowo (baju hitam) saat diamankan di Sel Tahanan Polres OKI, Senin (1/8). Foto Muin Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG – Meskipun telah berupaya mengelabui petugas dari jajaran Satres Narkoba Polres OKI, dengan cara membuang barang bukti (BB) narkoba jenis sabu-sabu kedalam Septic Tank (pembuangan tinja) namun upaya tersebut tidak berhasil.

Pasalnya polisi berhasil menemukannya dan meringkus dua orang sebagai bandar dan kurirnya. Kedua pelaku dimaksud Abdullah alias Ucu  (27) warga LK III RT 06 Kelurahan Mangunjaya yang bertindak sebagai kurir dan Heri alias  Bowo (30) Warga Perumahan Cetak RT 12 Kelurahan Kutaraya Kayuagung adalah bandarnya.

Penangkapan kedua orang pengedar narkoba ini berawal dari informasi yang diterima Satresnarkoba polres OKI sejak setahun yang lalu. Dimana pelaku merupakan penyuplai narkoba antar kota dalam provinsi, namun pelaku ini terbilang licin sehingga petugas mengalami kesulitan meringkusnya.

Namun, setelah polisi meyakini pelaku sedang menyimpan sabu-sabu, selanjutnya polisi melakukan penggerbakan di rumah Bowo di perumahan cetak di Kotaraya Kayuagung. Saat itu, polisi langsung mengetuk pintu rumah dan yang membuka pintu adalah  Istri Bowo yang bernama Yuli. Saat pintu dibuka polisi langsung masuk dan mencari pelaku.

“Kita langsung mencari pelaku bowo yang saat itu sedang tidur dikamar belakang, sedangkan pelaku ucu sedang tidur di kamar depan.” kata Kasatnarkoba, Iptu Rio Maurice P didampingi Kanit Riksa Bripka Krisdianto.

Saat itu tersangka  Bowo berusaha membuang  barang bukti kedalam septic tank, namun ada petugas yang mengetahui  aksi tersebut langsung mengehentikan hingga BB yang terlanjur masuk kedalam septic tank kembali diambil.

“Awalnya pelaku ini berupaya berkelit, namun setelah BB kita temukan yang tersangka tidak  berkutik, lalu kita ringkus,” ujar Kasat seraya mengatakan tersangka akan dijerat dengan pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 UU No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun.

Sementara itu, pelaku Bowo kepada polisi mengakui, barang tersebut adalah miliknya yang dibeli dari seseorang bandar di Palembang, 12 paket sabu-sabu tersebut dijual mulai harga Rp. 80 ribu – hingga Rp. 1,2 juta per paket.”Dalam sebulan biasanya 4 kali ngambil pak, dan untuk 12 paket itu hanya bertahan untuk 4 hari sudah habis,” pungkasnya.(jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses