Sekda Tinjau Jalan Khusus

Sekda Tinjau Jalan Khusus
Posted by:

 

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) meninjau langsung jalan khusus yang bisa digunakan untuk angkutan batubara. Peninjauan jalur khusus ini dilakukan oleh Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar beserta rombongan, Kamis (8/11/18).

Saat peninjauan jalan khusus ada beberapa jalan yang ditinjau seperti yang ada jalan khusus Servo Lintas Raya milik PT Titan Infra Energy dan jalan khusus lainnya. Jalan khusus tersebut rata-rata masih jalan tanah.

Untuk jalan khusus Servo Lintas Raya milik PT Titan Infra Energy ada sepanjang 117 km dari Muara Enim hingga Pali. Terlihat kondisi jalan cukup lebar dan layak dilalui, lantaran memang jalan khusus Servo Lintas Raya ini juga digunakan mereka.

Sekda Provinsi Sumatera Selatan, Nasrun Umar mengatakan, dengan sudah diberlakukanya Pergub nomor 74 tentang pengaturan angkutan batubara, maka pihak Pemprov Sumsel sedang mencarikan solusi-solusinya. “Saya kesini meninjau langsung jalus khusus yang bisa digunakan untuk angkutan batubara atas perintah khusus Gubernur. Saya ini melihat langsung kondisi jalan dari Prabumulih-Lahat,” ujarnya, Kamis (8/11).

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa ia telah memantau jalan tersebut selama dua tahun. Menurutnya peningkatannya cukup banyak dan berdasarkan info CEO PT Titan Infra Energy nya mereka siap untuk menampung batubara 3.5 Juta ton per tahun tersebut.

“Kita harus mencarikan jalan win-win solution dan harus memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, tetapi juga tidak mematikan usaha batubara. Untuk itu kita ada dua kebijakan yaitu kebijakan jangka pendek dan jangka panjang,” katanya.

Ia pun menjelaskan, untuk kebijakan jangka pendeknya yaitu menggunakan jalan Servo, karena untuk saat ini baru jalan tersebut yang ada. Jalur Servo ini bisa menampung 15 juta ton per tahun, artinya dengan total yang memakai jalan umum 5 juta ton per tahun masih tertampung. Bahkan sisanya 10 Juta ton per tahun bisa dipakai pihak Servo.

Sedangkan untuk jangka panjangnya ini sedang dipersiapkan jalur khusus lainnya. Jalannya itu dari Simpang DPRD Prabumulih – Tugu Nanas – Crosing dan munculnya di Patra Tani. Dengan ini diharapakan bisa menjadi solusi. Kalau saat ini baru tinjauan awal mungkin kedepanya akan ada pengembangan. “Nanti dua minggu kedepan akan kita evaluasi dan monitoring. Jika kedepanya setelah dievaluasi ada kebijakan yang harus direvisi maka akan dilakukan revisi, jadi kita lihat nanti kedepannya,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson mengatakan, bahwa angkutan batubara boleh melintasi jalan umum. Namun cuma sekitar 15 km, itu untuk menuju stasiun atau jalur khusus. “Dampak dari pemberhentian turk angkutan batubara melalui jalan umum ini jalanan jadi lancar. Bahkan tidak ada kendaraan yang menumpuk. Lihat saja tadi pergi dari Palembang pukul 8.30 sampai Muara Enim belum sampai pukul 12.00,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, artinya Palembang Muara Enim bisa ditempuh hanya dengan 3,5 jam. Kalau sebelumnya Palembang Muara Enim butuh waktu 4 jam atau lebih, tergantung tingkat kemacetanya.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Sumsel (APBS), Andi Asmara menambahakan, bahwa mereka sedang mempelajari kontrak kerjasama dengan PT Titan Infra Energy. “Untuk saat ini kami menghabiskan yang ada di stokpile karena masih banyak. Kemungkinan awal bulan depan baru habis dan mulai melakukan kerjasama dengan pihak Titan,” katanya.

Sementara itu terkait beberapa dermaga yang nantinya tidak berfungsi maka setelah jalur khusus yang dibangun selesai akan berfungsi kembali. Targetnya selesai 2019. Sedangkan untuk dermaga yang masih bisa beroperasional Pelabuhan LMK (Gandus) dan Pelabuhan PT Mas serta Bau di Kertapati masih dipakai karena untuk jalur kereta api.

Sedangkan untuk jalan khusus Servo Lintas Raya milik PT Titan Infra Energy ada sepanjang 113 km. Terlihat kondisi jalan cukup lebar dan layak dilalui, lantaran memang jalan khusus Servo Lintas Raya ini juga digunakan mereka.

Sementara itu Dirtektur PT Servo Lintas Raya, Anton Kristiadi mengatakan, panjang Jalan PT. Servo Lintas Raya adalah 113 km di mulai dari km 113 Desa Banjarsari – Kabupaten Lahat hingga pelabuhan di km 0 di Desa Perambatan –Kabupaten Pali. Dengan lebar jalan rata-rata adalah 15 meter. “Untuk kondisi jalan angkut batubara adalah jalan yang sudah dilakukan pengerasan dengan menggunakan batuan dan sudah distabilisasi dengan soil cement. Jalan ini dapat dilewati baik pada musim panas dan musim penghujan (all weather road). Jalan hauling ini dapat dilewati oleh Dump Truck dengan kapasitas 30 ton – 120 ton,” jelasnya.

Sedangkan untuk perusahaan lain yang akan melintasi jalan Servo ini tergantung kontrak kerja antara perusahaan-perusahaan yang akan menggunakan jalan angkut tersebut dengan PT. Servo Lintas Raya. Begitu kontrak kerja telah disepakati maka kegiatan pengangkutan bisa segera dimulai. “Untuk pembongkaran batubara milik perusahaan-perusahaan tersebut akan di bongkar di Stockpile di km 107 dan atau Km 113. Di km 107 batubara milik perusahaan-perusahaan tersebut. Lalu akan kita giling (crushing) dan kemudian PT. Servo Lintas Raya yang akan melakukan pengangkutan ke pelabuhan,” katanya.

Terkait jadwal pengangkutan akan disesuaikan dengan jadwal kedatangan tongkang milik perusahaan-perusahaan tersebut yang sebelumnya sudah dikoordinasikan dengan pihak PT. Servo Lintas Raya, sehingga perputaran batubara di pelabuhan tetap lancar dan tidak akan ada penumpukan. (cw05

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses