Sekuriti DA Dibunuh Pengunjung

Sekuriti DA Dibunuh Pengunjung
Jenazah Adiron Plaja, ketika diotopsi di Kamar Mayat RSMH Palembang. Foto poetra/Palembang pos
Posted by:

PALEMBANG – Tak senang diminta bayar tiket masuk ketika dirinya hendak mengunjungi Diskotek Darma Agung (DA), seorang oknum diduga anggota polisi bersama beberapa temannya, nekat menganiaya seorang sekuriti Diskotek DA dengan sajam.
Sekuriti yang menjadi korban itu Adiron Plaja (40), warga Jalan Perjuangan Sukawinatan, RT 52/07, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami. Adiron akhirnya tewas dengan kondisi mengalami luka bacok dan luka tusuk di kepala, tangan kanan, ketiak kanan, dada, dan perutnya.
Pembunuhan itu terjadi di halaman depan Diskotek DA, di Jalan Kolonel H Barlian, Km 9, Kecamatan Sukarami, Minggu (08/05), pukul 04.00 WIB. Kasus ini terungkap, setelah saksi Agustian (22), warga Jalan Pangkalan Benteng, Griya Gading Pesona, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, merupakan teman Adiron sesama sekuriti di Diskotek DA, melaporkan kasusnya ke SPKT Polresta Palembang.
Dalam laporannya, Agustian menjelaskan kejadiannya tepat berada di halaman depan Diskotek DA. Dimana, pelaku diketahui berdasarkan KTA-nya seorang anggota polisi bertugas di Kota Pagaralam berinisial IDP, bermaksud masuk diskotek tanpa membeli tiket masuk.
Karena pelaku belum memiliki tiket, maka diberi penjelasan oleh korban yang memang bertugas malam itu. Pelaku tidak menghiraukan teguran korban, dan tetap memaksa masuk ke ruangan sambil mengajak keempat rekannya yang lain. “Kami tahu dia polisi, sebab dia sempat menunjukkan KTA yang bertugas sebagai reserse,” jelas Agustian.
Dikatakan Agustian, selang beberapa waktu, pelaku kembali keluar ruangan dan menghampiri korban. ‘’Sempat terjadi duel diantara mereka. Tidak disangka rekan pelaku keluar dan ikut menghujami korban dengan senjata tajam hingga korban mandi darah,” urai Agustian saat diambil keterangannya.
Melihat korban mengalami luka bacok dan luka tusuk, pelaku kabur dari TKP. Sedangkan korban yang sekarat sempat dilarikan ke RSMH Palembang, untuk mendapat pertolongan medis. “Kemungkinan besar beliau (korban) meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sebab dokter mengatakan kalau korban sudah meninggal dunia,” jelas Agustian selaku pelapor dalam kasus pembunuhan tersebut.
Sementara saksi lainnya yang tak mau disebut namanya menambahkan, pelaku datang bersama teman-temannya. “Setahu saya, dia (Pelaku) ditegur korban untuk beli tiket masuk Rp 50 ribu, tapi dia tidak mau. Tidak lama dari itu, mereka bertengkar. Lalu, datanglah teman-teman pelaku ikut mengeroyok korban dengan senjata tajam. Setelah itu mereka pergi,” terang pria ini saat dibincangi di lokasi kejadian.
Sementara itu, sampai saat ini Satreskrim Polresta Palembang, dan Unit Reskrim Polsekta Sukarami, masih terus menggali keterangan para saksi, dan mengumpulkan bukti untuk menjerat para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan korban Adiron Plaja meninggal dunia.
“Kami belum bisa bicara banyak, karena semua masih simpang siur. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan kami terus mengumpulkan bukti, serta keterangan para saksi. Soal pelaku itu polisi atau bukan, kita juga belum bisa menyimpulkan,” tegas Kasatreskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede SIk.

#Honorer Kebersihan Dibunuh, Pelaku Dibekuk di Benakat
Sementara itu, hanya dalam hitungan jam akhirnya tim gabungan Polsek Lawang Kidul pimpinan AKP Herli Setiawan, berhasil mengungkap kasus pembunuhan korban Sebrianto (27), pegawai honorer kebersihan, warga Desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, yang terjadi Sabtu (07/05), pukul 15.15 WIB.
Pembunuhan dilakukan tersangka di belakang kantor UPTD Pasar Baru Tanjung Enim. Pelaku pembunuhan itu diketahui bernama Dedet (21), warga Desa Pagar Jati, Kecamatan Benakat, Muara Enim. Tersangka ditangkap Minggu (08/05), pukul 06.00 WIB, di rumah warga tengah bersembunyi.
Tersangka berhasil ditangkap setelah petugas berhasil membujuk orang tuanya. Informasinya, pembunuhan itu bermula dari korban masuk kandang ayam milik Rabani, yang berada di belakang kantor UPTD Kebersihan Pasar Baru Lawang Kidul. Saat itu korban yang diduga telah ada perselihan paham dengan tersangka membawa sebilah parang.
Korban mengajak tersangka berkelahi, sehingga antara korban dan tersangka terlibat perkelahian sengit. Saat perkelahian, keduanya sama-sama membawa senjata tajam. Dalam perkelahian itu, korban terkena tusukan senjata tajam jenis pisau digunakan tersangka. Korban mengalami luka tusuk tepat mengenai bagian dadanya hingga korban terjatuh ke tanah bersimbah darah.  
Korban mengalami luka tusuk di dada dan perut. Saat itu korban sempat dilarikan ke RS PT BA Tanjung Enim. Namun karena luka dialami cukup dalam, sehingga dalam perjalanan korban menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Atas kejadian itu, petugas gabungan Polsek Lawang Kidul melakukan pengejaran tersangka di rumah orang tuanya di Benakat, namun tak menemukan tersangka. Saat itu petugas menjelaskan kepada orang tuanya agar bersedia menyerahkan tersangka karena terlibat kasus pembunuhan.
Lalu petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan tersangka dipersembunyiaannya di rumah warga di Desa Betung, Benakat. Tak pelak lagi tim gabungan langsung mengamankan tersangka dengan membawanya ke Polsek Lawang Kidul.
Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk MSi, melalui Kapolsek Lawang Kidul AKP Herli Setiawan, dan Kasubag Humas Iptu Arsyad, dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. “Motif pembunuhan itu diduga dilatar belakangi dendam. Aantara korban dan tersangka telah terlibat keributan hingga akhirnya korban tewas. Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP,” jelasnya. (vot/cw02/luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses