Seolah Tak Bersalah #Galian Pipa Rusak Jalan

Seolah Tak Bersalah  #Galian Pipa Rusak Jalan
Posted by:

 

 

Setiap ada pengerjaan galian kerap membuat ruas jalan rusak. Bekas galian dibiarkan sangat membahayakan pengguna jalan. Kejadian serupa selalu sering terjadi seolah tanpa rasa bersalah karena sudah merusak fasilitas umum.

Hal itu pula, yang terjadi pada pengerjaan galian jaringan pipa gas Gersik -Pusri oleh PT Pertagas  di Kabupaten Banyuasin, semakin dikebut. Sayang, pemasangan pipa itu menuai berbagai persoalan ditengah masyarakat.

Mulai dari kemacetan panjang di jalan raya, rusaknya fasilitas umum, banjir dan tak jarang sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Bahkan, masyarakat di empat  kecamatan terpaksa harus menahan diri untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Tak hanya itu, pelaku usaha yang terkena imbas galian depan pipa mengaku merugi. Bahkan pohon yang seharusnya menjadi penghijauan disepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) menjadi rusak.

Kurangnya koordinasi antara pihak PT Pertagas dan pemerintah menjadi penyebab persoalan itu terjadi. Pertagas diminta bertanggungjawaban atas persoalan yang telah ditimbulkan tersebut.

Untuk memecahkan berbagai persoalan itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuasin mengajak pihak PT Pertagas melakukan diskusi untuk memecahkan persoalan itu. Empat Camat yakni Camat Betung, Suak Tapeh, Banyuasin III, Sembawa dan Talang Kelapa turut menghadiri kegiatan tersebut.

“Kami lihat ketika ada penggalian tidak dipasang rambu lalu lintas. Sekarang ini sudah hampir sebulan masyarakat tidak mendapatkan air bersih, seharusnya pihak pertagas mengganti kerugian itu dengan menghantarkan air ke rumah warga,” ujar Salim, warga Pangkalan Balai, kemarin.

Sementara, Camat Banyuasin III Ir Alpian MM menyebut dampak dari penggalian pipa gas, wilayah Pangkalan Balai menjadi banjir. “Bahkan berbagai fasum seperti siring banyak yang mengalami kerusakan, mesti ada perbaikan dari pihak pertagas,” harap dia.

Bahkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuasin, Ir Syahril A Rachman meminta pihak PT Pertagas untuk menghentikan aktifitas penggalian di jam sibuk. Sebab kemacetan  sering terjadi di jam sibuk.

“Kami minta di jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja harus dihentikan. Kami juga berharap pihak pertagas berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dishub dan Satlantas untuk mencegah kemacetan,” ujar Syahril. (her/ron/jpg)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses