Sepakat Rp 55 Ribu Permeter

Sepakat Rp 55 Ribu Permeter
Posted by:

*Warga dan PT Banjarsari Pribumi

LAHAT – Kisruh antara warga Desa Banjarsari dengan PT Banjarsari Pribumi, berakhir. Kedua pihak sepakat ganti rugi lahan Rp 55 ribu permeter untuk memiliki tanam tumbuh, dan Rp 50 ribu permeter lahan kosong. Negosiasi sempat menemui jalan buntu. Pasalnya, warga menawarkan harga Rp 200 ribu permeter, sedangkan PT Banjarsari Pribumi hanya menawar Rp 15 ribu permeter.
Sehingga Senin lalu (7/5/18), warga memblokir akses menuju lokasi tambang batubara PT Banjarsari Pribumi. Namun, setelah kedua pihak sepakat dengan hasil negosiasi, yang langsung dimediasi Plt Bupati Lahat, Marwan Mansyur SH MM, pemblokiran yang sempat melumpuhkan aktivitas perusahaan, sudah dibuka warga. Akibat aksi warga itu, kedua pihak juga sempat saling lapor ke Polres Lahat.
Erwinsyah, perwakilan warga mengatakan, pihaknya tetap konsiten melakukan aksi nginap di lokasi tambang. Kecuali pihak perusahaan melakukan pencabutan laporan, dan adanya deal soal harga lahan. “Sudah sepakat hari ini, laporan dicabut, negoisasi deal. Tenda langsung (tempat warga menginap) kami angkat,” tegas Erwinsyah, di oproom Pemkab Lahat, Jumat (18/5/18).
Community Development and Goverment Relationship PT Banjar Sari Pribumi, Emil Zaman menyanggupi ganti rugi batas terendah Rp 50 ribu dan tertinggi Rp 55 ribu permeter. “Kami sudah negosiasi. Kita verifikasi dulu lahannya, baru kita tahu kapan harus melakukan pembayaran,” sampai Emil. Sementara itu, Marwan mengatakan, sebenarnya persoalan ini terjadi lantaran ego keduabelah pihak sendiri, yang sama-sama mempertahankan kepentingan masing-masing. Seharusnya kehadiran perusahan itu, untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika dari awal sudah ribut, apa yang jadi manfaatnya.
“Disini pemerintah hanya mempasilitasi untuk mediasi saja. Sepatutnya pihak perusahaan dapat menjaga kearifan lokal, dan konsitensi dengan apa yang dijanjikan,” kata Marwan. (rif)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses