Setahun Belum Juga Tuntas

Setahun Belum Juga Tuntas
Posted by:

PALEMBANG – Lebih setahun kasus dugaan penyerobotan lahan yang dilaporkan Azhari selaku kuasa tanah (alm) Suprayitno dengan terlapor Iran Suhadi, tak kunjung tuntas diusut jajaran Polda Sumsel. Kemarin pagi, perkara tersebut digelar serentak yang terkesan dipaksakan.
Gelar perkara serentak oleh Unit 1 Subdit 2 Harta Benda Direktora Reserse Krimum Polda Sumsel, menyangkut kasus laporan penyerobotan tanah milik Azhari, di RT 12/03, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarame. Penyerobotan dan pengrusakan terjadi pada 26 September 2014, di mana korban memiliki sebidang tanah di lokasi dengan dibuktikan surat pengoperan tanah usaha No 589/SKR/2009, yang dibuat di kantor PPAT Camat Sukarame, tanggal 22 Juni 2009.
Lalu, terlapor H Iran Suhadi ST MM, Direktur PT Bumi Iryu Griya selaku pengembang perumahan subsidi Gapura Residence melakukan take over proyek developer sebelumnya, Ari Wibowo (PT Ragam Karya Gemilang) pada 2016 . Kedua pengembang itu bekerja sama, dengan cara bagi bangunan bersama keluarga Muhasim (75), selaku pemilik tanah perumahan yang juga berstatus terlapor.
“Ya ada apa ini, tanah 200 meter dan yang bermasalah itu 2 x 30 meter, lalu laporan sudah kami layangkan lebih dulu. Dan terlapor juga melayangkan kasus serupa, tetapi tiba-tiba gelar perkara serentak, harusnya laporan pertama yang didahulukan. Kami memperjuangkan hak dan mencari keadilan. Kasus ini lebih menyudutkan kami yang seharusnya korban, malah dipaksakan jadi terlapor. Masa kami nyerobot tanah sendiri yang sudah kami beli dari Muhasim dan dikuasai sejak 2002. Mereka nyerobot tanah kami untuk jalan perumahan,” ungkap Azhari kepada Palembang Pos.
Terlapor Iran Suhadi, melalui Muhasim sebagai tuan tanah melapor balik (split) dengan kasus serupa dengan nomor laporan : LPB/320/V/2017/SPKT tanggal 15 Mei 2017. Dasar laporan balik tersebut tidak jelas serta sarat dengan kepentingan.
“Jadi dasar laporan balik Muhasim, itu fotokopian surat pernyataan hibah tanah, pada 24 September 2014. Akan tetapi, kami menolak dasar laporan tersebut, lalu mengeluarkan bukti baru (novum). Diketahui, ibu saya Zainur selaku ahli waris Suprayitno, pemilik tanah ukuran 20 x 10 meter yang sah, secara surat dan tidak mengetahui permasalahan juga telah dilaporkan balik oleh Muhasim cs,” timpal Azhari.
Iran Suhadi, yang juga ketua Pengurus Cabang Perbakin Kota Palembang saat dikonfirmasi mengatakan, membangun sudah sesuai prosedur.
“Kalau mau jual rumah harus dipecah dan izin dibuatkan. Tetapi jadi kasus, karena sudah tukar guling, antara terlapor dan dilaporkan. Kalau ada jalan tengah kenapa tidak, tetapi kalu tidak ini terbengkalai. Waktu ngambil alih posisinya sudah demikian. Akhirnya ada saling tuntut, kalau sudah kelar pembangunan kita lanjutkan lagi,” ungkap Iran Suhadi.
Sementara, Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Arison Hendra SIk melalui Kabag Wasidik AKBP Faisol, usai gelar perkara menegaskan kasusnya masih dalam penyelidikan. “Ya masih penyelidikan, masih berjalan perkaranya,” singkatnya. (adi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses