Shinta-Syuryadi Cabup Jalur Independen

Shinta-Syuryadi  Cabup Jalur  Independen
Posted by:

**Perjuangkan Aspirasi Rakyat
MUARA ENIM – Sejumlah keraguan yang selama ini dilontarkan berbagai pihak, apakah DR Hj Shinta Paramita Sari SH MH dan Syuryadi SE (Ketua DPD PKS Muara Enim), lolos atau tidak menjadi pasangan Cabup dan Cawabup Muara Enim melalui jalur perseorangan atau independen, terjawab sudah.
Jawaban itu muncul setelah KPUD Muara Enim secara resmi menetapkan pasangan kombinasi birokrasi dan partai politik ini, sebagai Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim Juni 2018 mendatang bersama 3 Paslon lainnya.
Penetapan itu berlangsung pada rapat pleno KPUD Muara Enim dipimpin Ketua KPUD, Rohani SH bersama anggota komisioner KPUD lainnya, Senin (12/2/18) sekitar pukul 14.00 WIB di ruang rapat kantor KPUD.
Pada rapat pleno itu, Ketua KPUD Muara Enim, telah membacakan berita acara rapat pleno nomor 115/PK-01-BA/1603/KPU-Kab/II/2018 tentang penetapan pasangan calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim tahun 2018.
“Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati DR H Shinta Paramita Sari SH MH dan Syuryadi dari perseorangan dengan jumlah dukungan 38.825, dinyatakan memenuhi sarat,” jelas Rohani disambut aplaus Paslon Cabup dan Cawabup lainnya serta undangan rapat.
Sementara, Firmansyah SH MH tim advokasi Paslon Shinta-Syuryadi, mengucapkan terima kasih atas atas penetapan itu.
“Ini membuktikan bahwa masyarakat Muara Enim benar benar menginginkan Shinta-Syuryadi memimpin Muara Enim. Ini bisa kita lihat dari dukungan yang diberikan masyarakat untuk Paslon tersebut sebagai sarat utama untuk mencalonkan diri dari jalur perseorangan,” jelasnya.
Terpisah, Cabup Shinta yang dijumpai juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat. Sehingga dia ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilkada Muara Enim. “Ini semua berkat dukungan masyarakat,” jelasnya.
Sebelum rapat pleno KPUD tersebut, Shinta juga sempat berpamitan kepada para pejabat dan PNS dilingkungan Pemkab Muara Enim usai rapat staf. Usai berpamitan, Shinta sempat dibincangi awak media.
“Setelah penetapan KPUD, saya segera mengajukan surat pengunduran diri dari PNS, melalui BKD untuk disampaikan kepada bupati,” jelas Shinta.
Menurutnya, karirnya di PNS sangat singkat atau tercepat, cuma selama 4 tahun, sejak dia diangkat jadi PNS. “Ini semua pengabdian. Saya jadi PNS juga mengabdi, dan jika diridhoi Allah menjadi Bupati saya juga mengabdi. Seandainya saya tidak terpilih, saya juga tetap mengabdi di Muara Enim. Karena pengabdian itu banyak cara yang bisa dilakukan,” jelas Shinta.
Dijelaskannya, selama masa kampanye, dia akan cuti dari mengajar sebagai dosen di Akbid maupun di beberapa tempat lainnya guna berkonsentrasi dalam menghadapi Pilkada.
Dia juga berkomitmen akan tetap memperjuangkan aspirasi rakyat jika nantinya mendapatkan amanah memimpin Kabupaten Muara Enim.
Termasuk masalah peningkatan kesejahteraan tenaga guru honorer, tenaga kesehatan, maupun tenaga honorer lainnya.
“Secara bertahap semua program ini telah dibuat, termasuk peningkatan kesejahteraan guru honorer dan lainnya agar dapat disesuaikan dengan UMP. Namun sekali lagi harus disesuaikan dengan kemampuan daerah,” jelas Shinta. (tms)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses