Siapkan ID untuk Calo Resmi

Siapkan ID untuk Calo Resmi
Posted by:

Palembang-Panitia Pengelola (Panpel) menyiapkan ID untuk calo resmi yang dinamakan Seller. Sementara untuk calo tidak resmi akan disisir karena dianggap merugikan klub.
Panpel mendapat laporan jika harga tiket melonjak naik pada saat laga di markas Laskar Wong Kito dihelat. Panpel pengelola tiket Sulaiha menuturkan, pihaknya tidak pernah menaikkan harga tiket dari harga resmi. Oleh karena itu, jika ada yang menjual tiket melebihi harga resmi, maka itu bukanlah pihaknya.
“Memang kami tidak bisa mengontrol siapa yang akan beli, dan untuk apa. Kami tidak tau kalau mereka membeli untuk dijual lagi dengan harga yang tinggi,” ujar perempuan yang akrab disapa Susi ini saat dihubungi, Selasa (10/4/2018).
Untuk melakukan tindakan preventif, pihaknya akan memberikan semacam ID khusus kepada Seller yang akan diterjunkan untuk menjual tiket saat laga berlangsung. Sehingga jika ada yang menjual tiket tersebut tanpa adanya ID tadi, maka akan langsung diamankan. “Akan kita tindak secara tegas untuk diamankan. Nanti kita tanyakan atas dasar apa dia mau jual dengan harga tinggi itu,” tegasnya.
Di satu sisi, ia menyayangkan jika ada pihak yang ingin memanfaatkan momen tim kesayangan masyarakat Sumsel itu berlaga untuk mengeruk keuntungan secara pribadi. Praktis, masyarakat akan terpaksa untuk membeli tiket yang terlanjur melambung daripada tidak bisa masuk ke stadion.
Namun, selain merugikan keuangan tim, hal itu menyebabkan hal yang tak diinginkan. Mereka yang tak sanggup membeli, maka terpaksa menonton di luar stadion hingga pulang ke rumah. Bahkan tak menutup kemungkinan yang ekstrim lagi, memaksa masuk hingga menjebol pintu. Ada juga masalah saat laga kandang menjamu Persib Bandung Minggu (1/4/2018) lalu, masyarakat yang masuk tumpah ruah hingga duduk di tribun khusus media.
Disinyalir, adanya tiket palsu hingga oknum tertentu yang membocorkan masuk warga yang tak kebagian tiket Memang di satu sisi, Panpel menginginkan untuk mengakomodir seluruh masyarakat untuk menonton tim kesayangannya berlaga. Tapi mereka juga tak ingin masyarakat yang sudah membeli tiket, terganggu kenyamanan dan keamanannya. “Kami mencetak tiket sebanyak 22.000, sesuai dengan kapasitas stadion. Dan kami memaksimalkan pengamanan agar tidak terjadi lagi hal seperti itu,” tukasnya. (kie)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses