Siapkan Pompanisasi dan Kolam Retensi

Siapkan Pompanisasi dan Kolam Retensi
Posted by:

PALEMBANG- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang melakukan gerak cepat dengan menyiapkan beberapa langkah untuk mengatasi genangan di Palembang. Saat ini, sudah dilakukan pembangunan pompanisasi di Sungai Bendung dan pembangunan kolam retensi di Bukit Besar tepatnya di kawasan Brimob.
Kepala Dinas PU-PR Kota Palembang, Akhmad Bastari mengatakan, dari 31 box culvert yang berada di sepanjang pembangunan Light Rail Transit (LRT) ada 7 box culvert yang rusak. Yakni, Jl Kapten A Rivai, Jl Demang Lebar Daun, Jl Akses Bandara, Jl Brigjen Harun Sohar, Jl Tengkuruk Permai, Jl Angkatan 45, Jl Kolonel Barlian.
“Sekarang memang masih ada pembangunan. Tapi, kita sudah koordinasi dengan PT Waskita Karya, mereka akan segera memperbaiki baik itu jalan atau box culvert,” katanya.
Sedangkan untuk galian, lanjut Bastari, sudah diminta April ini semua jenis galian seperti gas, dari PLN, PDAM dan fiber optic untuk segera menyelesaikan pekerjaannya,” bebernya.
Untuk mengatasi banjir juga, sambung Bastari, pihaknya tahun ini akan membangun kolam retensi di Bukit Besar tepatnya di dekat Brimob. “Ini untuk mengatasi banjir di Demang Lebar Daun. Selain itu, untuk kolam retensi juga akan dibangun di Kemang Manis dan Seberang Ulu,” bebernya.
Untuk pompanisasi Bendung, lanjut dia, saat ini masih dalam pengerjaan ditargetkan Desember bisa selesai.
Terpisah, PPK Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Heru Gunawan mengatakan, progress pengerjaan pompanisasi Bendung ini, sudah mencapai 60 persen. Pompanisasi Sungai Bendung diharapkan menjadi sistem sekunder ini akan menampung aliran air diantaranya dari kawasan PTC hingga Simpang Polda dan menjadi solusi untuk mengatasi banjir di Kota Palembang.
“Untuk masalah lahan, satu rumah diserahkan ke pengadilan. Yang lain, masih proses kita sudah sampaikan ke Pemkot Palembang,” ujarnya.
Sementara itu terpisah Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Suparji melalui Dave Mujhaimin menjelaskan, pada dasarnya kolam sudah jadi, pancang dalam tinggal digali. Sebetulnya kata dia, sudah digali, namun terkendala dengan satu persil dipenlok satu masih belum dibebaskan.
Untuk itu kita mengerjakan dipinggiran kolam dan kemungkinan penggalian dikerjakan terakhir. Saat ini, pengerjaan kolam retensi dengan luas 1,7 ha untuk penempatan mesin pompa dan genset, termasuk akses jalan yang masih tertutup oleh penlok dua,” jelasnya.
Disinggung mengenai pembebasan lahan, Mujhaimin menyebutkan memang cukup sulit, untuk jumlah penlok satu sebanyak 99 persil, terkendala milik warga yang lokasinya ditengah kolam. “Pembayaran ganti lahan sudah dilakukan januari lalu, sementara seorang warga ini masih menolak,” katanya yang tidak menyebutkan dana yang sudah dikeluarkan.
Sedangkan untuk pembebasan lahan penlok dua sebanyak 16 persil yang belum dibayar dengan nilai dana Rp16 miliar. “Diantara 16 persil ini juga, ada dua warga yang menolak untuk dibebaskan lahannya,” katanya. Pembebasan lahan ini harus menggunakan kantor jasa penilai publik (KJPP), mereka inilah disewa untuk menilai harga tanah terbaru.
“Mulai dari bangunan, luas hingga fungsi lahan dinilai, misalnya lahan tersebut ada usaha, tentunya pemiliknya harus melihatkan bukti,” ungkapnya. Ditambahkan Kasatker Lufiandi BBWS Sumatera VIII, Pembayaran lahan ini tidak melalui cash, pemilik lahan membuka rekening yang nilai dana yang diberikan melalui transfer kantor pelayanan penbendaharaan negara (KPPN).
Anggaran untuk pembangunan kolam sekitar Rp225 miliar dengan proyek multiyears dari dana APBN murni. Fasilitas pompa yang dibangun sebanyak enam unit dengan fasilitas pompa 6000 liter perdetik. Pompa inilah yang akan menyedot air wilayah yang tercover yang akan dialirkan ke sungai bendung, kemudian ke muara Sungai Musi.
Wilayah yang tercover seperti Veteran, Sekip, Simpang Polda dan jalan lingkaran. Daya tampung yang dimiliki 36 ribu m2. “Target pengerjaan harus selesai tahun ini, sebab dana multiyears tidak bisa dianggarkan lagi,” tukasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses