Sidang Jambret Dosen MDP Ricuh

Sidang Jambret Dosen MDP Ricuh
Keluarga korban saat mengejar pelaku, lantaran kecewa pelaku tak mengakui perbuatannya, dalam persidangan di PN Klas IA Khusus Palembang, Rabu (20/4). Foto:Poetra/Palembang Pos
Posted by:

RIVAI – Sidang lanjutan atas terdakwa Septian alias Ari (27), pelaku kasus penjambretan terhadap dosen STIK MDP Palembang, berujung ricuh. Itu terjadi lantaran keluarga korban emosi karena terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

Akibatnya, keluarga korban mengejar dan memaki terdakwa. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Palembang, Rabu (20/4).
Saat kericuan itu, keluarga korban mencoba mengejar hendak memukuli terdakwa Ari, namun dengan cepat dihadang petugas keamanan. Keluarga korbanpun melampiaskan dengan berteriak-teriak yang tak terima dengan perbuatan terdakwa.

Bahkan ibu korban tampak histeris yang terus mengingat anaknya meninggal dunia akibat perbuatan pelaku. “Saya minta dihukum berat. Dia (terdakwa,Red) itu pelakunya dan sudah jelas dilihat CCTV,” teriak ibu korban yang menangis histeris.

Bahkan keluarga korbanpun terus mengejar terdakwa Ari hingga ke ruangan tahanan pengadilan. Suasana lingkungan pengadilanpun sontak heboh. Sidang yang diwarnai kekecewaan keluarga korban ini beragendakan pembacaan replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desi Arsean SH guna menanggapi pledoi atau nota pembelaan terdakwa Ari yang meminta bebas.

Dalam replik jaksa yang dibacakan dihadapan majelis hakim dipimpin Hakim Ketua Mion Gibting SH MH, Jaksa Penuntut Uumum (JPU), Desi Arsean SH dari Kejari Palembang, tetap pada tuntutan sebelumnya yakni tuntutan hukuman pidana kurungan penjara 15 tahun.
Jaksa menilai perbuatan terdakwa Ari yang melakukan aksi jambret telah melanggar pasal 365 ayat 1, 2 dan 3 KUHP yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Ari dan Dipo alias Aan (berkas terpisah), diringkus Unit Intelkam Polresta Palembang di kediamannya masing-masing, Minggu (8/11/2015). sekitar pukul 16.30. WIB, namun untuk tersangka Dipo alias Aan, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan satu kali tembakan pada bagian kaki karena hendak melarikan diri saat di bawa ke kantor polisi.

Dari hasil penyidikan polisi, kedua tersangka Dipo alias Aan dan Ari, merupakan pelaku penjambretan terhadap korban Leni (29), dosen STIK MDP Palembang di Jalan Bay Salim kawasan Rambang Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang Kamis (8/10/2015) sekitar pukul 17.00 WIB.

Akibatnya korban terjatuh dari sepeda motornya dan kemudian dirawat di rumah sakit. Namun setelah mendapatkan perawatan dengan kondisi luka pecah pembuluh darah, akhirnya korban meninggal dunia pada Senin (12/11/2015) di RS RK Charitas Palembang.(vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses