Sidang Jambret Pembunuh Ricuh, Terdakwa Divonis 13 Tahun Bui

Sidang Jambret Pembunuh Ricuh, Terdakwa Divonis 13 Tahun Bui
Keluarga dosen MDP, mengejar terdakwa usai vonis dibacakan di Pengadilan Negeri Klas IA Khusus Palembang, Rabu (25/5). Foto; Poetra Palembang Pos
Posted by:

RIVAI – Sidang lanjutan dengan agenda putusan tindak pidana pencurian dengan kekerasan alias yang menyebabkan korbannya atas nama Leni Dosen MDP tewas, diwarnai kericuhan. Sidang dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Khusus Palembang, Rabu (25/5).Meskipun mendapat penjagaan ketat dari pihak pengamanan kejaksaan, dan aparat kepolisian, terdakwa Dipo Suyono alias Aan (27) yang divonis selama 13 tahun ini tak luput dari kejaran keluarga korban yang marah.

Di persidangan majelis hakim yang diketuai Parlas Nababan SH MH, didampingi dua hakim anggota JPL Tobing SH dan Deson Toga Torup SH, menegaskan, perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah tanpa hak melawan hukum melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan secara bersama atau dua orang lebih hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Sehingga unsur-unsur perbuatan terdakwa terpenuhi akhirnya diganjar dalam pasal 365 ayat (1), (2) Ke- 2 KUHP.

”Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat sehingga memutuskan menjatuhkan vonis terhadap terdakwa selama 13 tahun penjara dikurangi selama terdakwa menjalani masa penahanan sementara,” kata Parlas.
Atas putusan tersebut, terdakwa diberikan kesempatan untuk menerima ataupun menolak putusan hakim dengan mengajukan upaya hukum banding atau pikir pikir selama tujuh hari untuk menentukan sikap.

Putusan majelis hakim ini sendiri lebih rendah dua tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang, Desi Arsean SH. Dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 15 tahun penjara.Kejadian terungkap bermula terdakwa Septian Arisandi alias Ari Bin Revni bersama rekannya (Dipo Suyono alias Aan) melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan terhadap korban Leni Suryani pada kamis 8 Oktober 2015 sekitar pukul 16.20 WIB di Jalan Bay Salim Kelurahan 20 Ilir D1 kecamatan Ilir Timur I. Dimana terdakwa langsung mengambil tas korban dan meninggalkaan korban di tempat kejadian sehingga korban pun terjatuh ketika mengendarai sepeda motor dengan luka berat sehingga dibawa ke RS Charitas. Korban sempat dirawat selama 4 hari diruang ICU, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhi. (vot)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses