Silaturahmi, Khitan Anak tak Mampu

Silaturahmi, Khitan Anak tak Mampu
suasana khitanan massal di sekolah IT Bina Ilmi Selasa (26/12), terlihat beberapa anak menangis lantaran menahan sakit saat di khitanan massal. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Para alumni STIK Bina Husada bersama komunitas Rumah Amal Bintang (RAB) mengadakan kegiatan sosial. Dimana ada 119 anak yang dilakukan khitanan massal oleh Alumni STIK Bina Husada, dimana mulai dari usia 4-12 tahun. Peserta Khitanan merupakan anak yatim, anak dari keluarga kurang mampu serta beberapa panti asuhan.

Usai ditemui kegiatan khitanan di Sekolah IT Bina Ilmi Palembang, Selasa (26/12). Ketua IKA STIK Bina Husada, M Ifan Fahriansyah mengatakan untuk menjalin komunikasi antara mahasiswa STIK Bina Husada, pihaknya sudah sejak lama melakukan penggalangan dana untuk kegiatan khitanan massal ini. “Setelah kami lihat ada 119 anak yang berada kurang mampu, Alhamdulillah semua donasi juga dari di Dinas Kesehatan Sumsel, Persatuan Umat Islam (PUI) Sumsel, dan berbagai pihak lainnya,” katanya.

Malahan peserta ini melebih target sebab antusiasme masyarakat sangat tinggi, makanya hanya 119 anak dulu sebab dana anggaran dimiliki terbatas, memang diprioritaskan ini khusus dari keluarga kurang mampu maupun dari anak yatim piatu atau anak panti asuhan.

Setelah dikhitan para peserta akan mendapatkan bingkisan yang telah disediakan oleh panitia RAB sebagai tanda apresiasi. “Iya mereka (peserta) mendapatkan bingkisan berupa seperangkat alat sekolah, iqro dan sarung yang berasal dari donasi para alumni maupun ada juga dari mahasiswa Bina Husada dan masyarakat umum,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Rumah Amal Bintang, Rizki Asmuni mengatakan kegiatan ini terbuka untuk bekerjasama dengan semua pihak terutama perusahaan yang ingin menyalurkan corporate Social Responsibility (CSR) nya. RAB siap menjadi pelaksan Event Organizer (EO) nya. RAB memiliki jaringan kerjasama denga berbagai pihak. “Acara ini mendapat dukungan dari Sinergi Sriwijaya, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa Sumsel, ACT Sumsel, Komunitas Yuk Wakaf, Komunitas Dai Muda Idaman Sumsel dan Pihak lainnya,” katanya.

Ia berharap, kegiatan ini bukan hanya agenda tahunan saja, namun akan dilaksanakan setiap momen atau hari besar, sekaligus kegiatan sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat. “Semoga tahun depan kita dapat menyelenggarakan lagi acara ini dengan peserta yang lebih banyak dengan melibatkan perusahaan-perusahaan dan sponsor lainnya,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses