Sindikat Narkoba Internasional Tinggal di PALI



Sindikat Narkoba Internasional Tinggal di PALI


Rumah kediaman orang tua Junaidi di Tebing Gofar Talang Ubi, PALI. Foto Day/Palembang Pos
Posted by:

PALI – Warga Jalan Merdeka tebung Gofar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, mendadak heboh. Belasan anggota BNN Provinsi Kepulauan Riau, Polda Sumsel, dan Polsek Talang Ubi melakukan penangkapan dan penggeledahan rumah panggung tempat tinggal jaringan narkoba Malysia, Medan, Palembang, kemarin (24/7) sekitar pukul 21.00 WIB.

Belakangkan diketahui, kedua tersangka bernama, Ahmad Junaidi dan istrinya Yanti, saat hendak pulang mengendarai mobil Pajero sport abu-abu.

Setelah keduanya diamankan, sebelumnya sudah diikuti dari Pagaralam, rumah panggung terbuat dari kayu dan semi permanen itu, digeledah petugas.

Sayangnya, tak ditemukan barang bukti narkoba, melainkan buku rekening, cek, tiga unit kendaraan, Nissan Grand Livina, Ford dan New Pajero Spport.

Saat melakukan penangkapan, petugas sempat mengeluarkan tembakan 3 kali. Lantaran, saat penangkapan warga sekitar mencoba mendekat dan akhirnya bubar.

Setelah lebih kurang 3 jam penggeledahan, diketahui Pasutri tersebut hasil pengembangan BNN Provinsi Kepulauan Riau, Polisi hendak mengungkap jaringan sindikat narkoba Malaysia, Medan dan Palembang  di daerah Sekupang Kota Batam  pada 18 Juli 2016.


Berawal dari seorang tersangka berinisial R saat itu membawa narkoba jenis sabu.
Ditemukan dalam satu bungkusan makanan hewan yang di dalamnya terdapat 8 paket lainnya.

Diantaranya, 1 paket berisi sabu seberat 1 Kg. Lalu berdasarkan pengakuan R,  barang tersebut akan diantar ke daerah Nagoya Batam. Setelah ditelusuri, ditemukan tersangka lainnya. Yakni M, N, A dan D diamankan, berikut barang bukti seberat 4.2 Kg, disimpan dalam kantong makanan kucing.

Modusnya,  para pelaku mengambilnya diperairan OPL sekitar perbatasan Malaysia dan Karimun, menggunakan kapal yang disamarkan mirip kapal nelayan. 

Nelayan yang mengambil barang tersebut, menyerahkan kepada tersangka R. Sedangkan nelayan lain yang menjadi kurir masih buron.

Lantas, R mengambil barang haram tersebut atas perintah dari N dan H (masuk daftar DPO)   merupakan warga negara Malaysia.

Setelah R mengambil barang tersebut, ia berencana mengantarkan ke seseorang berinisal D dan M. Tapi sebelum mengantar barang ke kamar 317 di Hotel Formosa, Nagoya, R sudah terlebih dulu tertangkap dipinggir jalan depan Masjid Baiturrahman, Sekupang pada 28 Juli pukul 08.00 WIB.

Lantas dari tangan R, diamankan sabu seberat 4.2 Kg. Untuk mengirimkan barang ke Palembang, jaringan ini menggunakan fasilitas legal yakni Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Sabu dibawa dengan cara di masukan dalam sepatu. 
Dari pantaun dilapangan, belakangan diketahui Junaidi pria beristri tiga itu, dikenal oleh warga sekitar pribadi tertutup. Warga sekitar juga bingung, Pasutri dua anak itu, diketahui hidup mewah, menggunakan kendaraan keluaran baru, motor keluaran luar negeri.

Belum lagi, saat ini membangun rumah, dua lantai bisa dikatakan jika selesai rumah tersebut terbesar di PALI letaknya dipinggir Jalan Merdeka.

Belum lagi, istrinya tinggal di Batam memiliki rumah mewah, kendaraan mewah dan juga buka shoowroom di Batam.
Sementara, kedua pasutri tersebut masih di rumah orang tunya di rumah panggung Tebing Gofar Talang Ubi. Junaidi mengaku pengusaha minyak. Selama ini warga tak kunjung menemukan kantornya.

“Katanya usaha minyak, tapi idak ado kantor, uwongnyo tertutup. Kami tetanggoan bae idak seteguran” kata warga yang tak mau disebutkan namanya di lokasi penangkapan.


Sementara petugas, setelah mondar-mandir mencari barang bukti satu unit handphone (HP) milik Junaidi, tak kunjung ditemukan. Barang bukti lain dan Pasutri tersebut dibawa ke Palembang diproses di Riau untuk penyidikan lebih lanjut. (day)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses