Siswa Belajar di Bawah Atap Bolong

Siswa Belajar di Bawah Atap Bolong
Posted by:
BANYUASIN – Di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten Banyuasin meningkatkan dunia pendidikan maju dan berkembang, akan tetapi di sisi lainnya fasilitas pendukung pendidikan masih minim. Contohnya saja, puluhan murid Sekolah Dasar (SD) 15 Desa Sumber Mukti, Kecamatan Pulau Rimau harus belajar di dalam gedung nyaris ambruk.

Informasi dihimpun, puluhan siswa kelas 2 SD 15, terpaksa belajar di gedung berdindingkan papan beratap seng yang sudah bolong sejak beberapa tahun. Bahkan tidak hanya itu saja, penderitaan murid yang mencari ilmu harus bergelut dengan lumpur saat pergi dan pulang sekolah.

Andi (33), warga setempat, menceritakan kondisi bangunan yang lapuk dimakan usia itu sudah sangat memprihatinkan jauh dari berkecukupan sebagai sarana pendidikan layaknya di kabupaten lainya.

“Miris mas, lihat kondisi gedung sekolah. Gedung tersebut dihuni oleh siswa kelas 2 SD, muridnya dari desa setempat. Kami selaku orang tua merasa was – was ketika anak kami belajar di gedung itu,  saat hujan banjir, lebih khawatir lagi kalau gedung tersebut ambruk,” ujar dia.

Tak hanya itu, sambung Andi, siswa saat pergi dan pulang sekolah harus berjibaku dengan lumpur, karena kondisi jalan menuju sekolah masih tanah merah.

“Terkadang murid disini harus pulang lebih cepat, karena baju mereka kotor akibat terjatuh di jalan berlumpur. Maka kami berharap kepada Pemerintah untuk memperhatikan dunia pendidikan. Kami merasa malu dengan sekolah Kabupaten tetangga MUBA,  mereka lebih nyaman bersekolah di gedung yang bagus dan fasilitas memadai,” harap dia.

Sementara berita ini diturunkan belum mendapat konfirmasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikporapar) Kabupaten Banyuasin. (her).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses