Siswa SMAN Noman Numpang Belajar di SD

Siswa SMAN Noman Numpang  Belajar di SD
Posted by:

*Karena Kekurangan Ruang Kelas

MURATARA-
Disaat sejumlah lembaga pendidikan di Kota sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas mewah seperti AC, komputer dan lainnya. SMA Negeri Noman Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, justru belum mempunyai ruang kelas untuk belajar, sehingga harus numpang di SD Negeri setempat.
Hal itu, tentunya membuat siswa siswi sekolah tersebut mengeluh dan merasa malu. Sebab mereka saat melakukan kegiatan belajar-mengajar masih disekolah SD. Padahal jumlah siswa di SMAN ini cukup banyak yakni 100 orang.
Salah satu siswi SMA N Noman, Tri mengatakan, dengan kondisi sekolah yang masih menumpang dengan SD ini, tentunya membuat mereka tidak bisa belajar secara maksimal, dan kesannya masih seperti duduk disekolah dasar.
“Walaupun kondisi sekolah seperti itu, namun tidak menyurutnya untuk menuntut ilmu dan bisa meringankan beban orang tuanya,”ujar dia.
Dia berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan lembaga pendidikan ini, dengan mendirikan ruang sekolah untuk SMAN Noman, sehingga dia dan pelajar lainnya tidak menumpang ke SD untuk bisa belajar.
“Jujur saja, aya pernah merasa iri dengan sekolah lain yang mempunyai fasilitas memadai, seperti lapangan bolah basket, voli dan tempat lainnya. Sedangkan sekolahnya masih jauh dari kata-kata layak dikarenakan masih serba kekurangan,”aku dia.
Sementara Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri Noman, Himarwan, melalui salah satu dewan guru, Carles mengakui kalau anak didiknya banyak yang belajar di SD, karena tidak ada ruangan. Tidak hanya itu, sekolah ini juga tidak punya bell, sehingga untuk memberi tanda istirahat atau pulang menggunakan lonceng dari velag mobil.
“Sementara ini sekolah kami menggunakan loceng sebagai bel, itupun diberi oleh salah satu masyarakat Noman. Jadi kita maklumi saja karena sekolah kita ini baru, jadi masih banyak kekurangan dimana-mana,”ucap dia.
Dia membenarkan jika sekolah tempatnya mengajar masih numpang dikarenakan belum ada gedung sendiri. Bahkan ada pembangunan gedung atas swadaya dari masyarakat dan juga para guru.
“Memang kalau sekarang masih numpang menggunakan SDN lokal jauh Noman, sebab belum memiliki gedung sendiri. Kami sangat berharap pemerintah lebih memperhatikan lembaga pendidikan ini, karena jumlah anak yang belajar disini cukup banyak,”jelas dia.(lam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses