Skema Baru Mencekik Driver

Skema Baru Mencekik Driver
Posted by:

PALEMBANG – Bertambahnya skema point yang ditetapkan pihak Gojek membuat para driver Go Car kesulitan. Bahkan setelah skema point ini diterapkan pendapatan para drive Go Car menurun sampai 50 persen.
Nah untuk mempertahankan skema poin yang lama, seribu driver go car dari 70 komunitas melakukan aksi demo di kantor Gojek Palembang.
Sekjen Asosiasi Driver Online (ADO), Malwadi mengatakan semua driver go car meminta agar pihak Gojek kembali menurunkan skema point yang lama yaitu 7, 10 dan 13. “Skema baru menjadi 6, 13, dan 18 ini sangat menyulitkan kami dalam mencapai target,” ujarnya.
Dia mengatakan, skema baru ini mulai diterapkan sejak 15 Maret 2018, lalu. “Tentunya skema baru ini sangat mempersulit kami dalam mencapai target. Bahkan skema baru ini mengurangi pendapatan kami. Skema 13 poin saja, kami harus bekerja sampai 12 bulan, apalagi menerapkan skema baru ini,” jelasnya.
Bahkan jika pihak Gojek tetap menerapkan skema baru ini, semua driver go car akan mengancam melakukan demo lebih besar lagi. “Jika terus melakukan skema baru ini kami akan pindah ke merek sebelah. Aplikasi milik anak bangsa jangan mencekik anak bangsa,” tegasnya.
Lanjutnya, selain menuntut kembali ke skema poin lama, driver go car juga meminta Gojek untuk menertibkan akun penumpang. “Banyak sekali saat ini akun fiktif, kami sampai tak bisa melihat identitas penumpang tersebut, karena akun penumpang juga rentan akan kejahatan,” ujarnya.
Pihaknya meminta agar pihak Gojek membuat keamanan terhadap akun penumpang. Misalnya, membuat akun harus melampirkan KTP. “Banyak kawan kami yang hilang akibat orderan fiktif. Maka itu, kami minta akun penumpang harus lebih diketatkan lagi,” ujarnya.
Bahkan setelah menemui pihak Gojek, pihaknya harus menunggu keputusan sampai Senin mendatang. “Katanya harus melapor dulu ke pusat, Senin baru mendapatkan keputusannya,” pungkasnya.
Sementara, sampai saat ini belum adanya kejelasan mengenai nasib Tri Widyanto (44), yang hilang sejak 40 hari lalu usai mengantar penumpang. Ini membuat ratusan driver taksi online tak beroperasi, Kamis (22/3/18) dan mendatangi Mapolda Sumsel. Mereka menuntut kejelasan pengungkapan kasus hilangnya Tri.
Menurut Edi, penyidik telah menemukan telepon seluler milik korban. Namun sampai saat ini kasus tersebut malah jalan di tempat dan belum ada perkembangannya. Sebagai bentuk solidaritas, Edi menyebut hari ini seluruh driver taksi online di Kota Palembang, stop beroperasi. Hal ini sesuai kesepakatan seluruh driver dan mereka mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini.
“Kami minta kasus hilangnya Mas Tri ini cepat terungkap. Jangan sampai jadi kecemasan bagi driver lain saat menarik penumpang karena ada rasa ketakutan,” sambungnya.
Menanggapi aksi para driver taksi online ini, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Selamet Widodo didampingi Kasubdit III Jatanras AKBP Erlin Tangjaya, menjelaskan, proses penyelidikan masih berlanjut. “Tapi sejauh apa prosesnya, tentu tidak dapat kami sampaikan. Percayakan saja sama kami, pasti kasus ini akan diusut tuntas,” kata Selamet Widodo saat menemui massa.
Usai menemui jajaran Polda Sumsel, massa aksi yang merupakan gabungan dari puluhan paguyuban langsung mendatangi kantor Gojek Indonesia cabang Palembang di Jalan Basuki Rahmat. Di kantor tersebut massa menuntut perusahaan ikut bertanggungjawab atas hilangnya korban.
Sebagaimana diketahui, Tri Widyanto hilang usai mengantar penumpang pada Kamis (15/2/18) lalu. Saat itu, Tri mendapat pesanan dari Palembang dengan tujuan Kenten Laut, Banyuasin. Setelah mengantar penumpang, Tri tidak lagi diketahui keberadaannya hingga hari ini. Bahkan belum diketahui Tri menjadi korban perampokan atau ada peristiwa lain yang menyebabkan korban hilang. (adi/nik/ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses