Soroti ASN di Medsos

Soroti ASN di Medsos
Posted by:

PAGARALAM – Selain di dunia nyata, pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pagaralam, diperbolehkan berkampanye di dunia maya. Hanya saja, layaknya di dunia nyata, berkampanye di dunia maya juga tidak boleh kebablasan.
Komisi Pemilihan Umum bersama Panitia Pengawas memberikan ‘rambu-rambu’ yang harus dipatuhi.
Komisioner KPU Kota Pagaralam, Irfan AMd mengatakan, kampanye di dunia maya seperti menggunakan jejaring media sosial (Medsos) diperbolehkan. “Menggunakan facebook, instagram dan WA misalnya, itu boleh saja,” ucap Irfan.
Hanya saja, sebagaimana di dunia nyata, Irfan menyebutkan, berkampanye di dunia maya ada batasannya. “Jumlah akun Medsos maksimal lima buah dan harus didaftarkan ke KPU,” kata Irfan yang membawahi Divisi Kampanye ini.
‘Rambu-rambu’ lain lanjut Irfan, adalah akun Medsos untuk kampanye tersebut tidak boleh menyebar informasi yang hoaks, alias bohong. Kemudian, akun Medsos tidak boleh menyebarkan ujaran kebencian seperti politisasi isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Juga, tidak boleh menyudutkan Paslon lain. Bagi akun Medsos yang menerabas ‘rambu-rambu’ itu, akan dikenakan sanksi tegas. “Sanksinya itu nanti Panwas yang akan mengurus,” jelas Irfan.
Anggota Panwas Kota Pagaralam, Mirian SE memastikan pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi bagi Paslon yang menggunakan akun Medsos untuk menyebarkan kebencian. “Kalau buktinya ada dan menyangkut Pilkada, tentu kami tindak,” ucap Mirian, yang membawahi Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga ini.
Namun, Mirian mengakui tidak mudah untuk mengawasi satu per satu akun Medsos kampanye Paslon di dunia maya. “Oke kalau yang resminya (akun Medsos) ada enam buah. Bagaimana dengan akun Medsos yang di luar didaftarkan. Peran aktif masyarakat Pagaralam sangat dibutuhkan. Bila menemukan ada dugaan pelanggaran, dimbau kepada masyarakat untuk cepat melapor ke Panwas,” imbaunya.
Panwas memang sedang getol mengawasi Medsos. Apalagi bila pengguna Medsos itu adalah seorang aparatur sipil negara (ASN). Menurut Mirian, khusus untuk ASN, tidak diperkenankan untuk memberikan tanda apapun terhadap sebuah foto Paslon. “Berfoto dengan calon itu tidak boleh. Kalau kedapatan, kami akan tegur,” ucap Mirian. (cw08)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses