Sosialisasi Dampak Ilegal Drilling

Sosialisasi Dampak Ilegal Drilling
PT Pertamina EP saat melakukan sosialisasi dampak illegal driling di Kecamatan Babat Toman, kemarin. Foto Omi/Palembang Pos
Posted by:

SEKAYU – Sebanyak 81 sumur di Mangunjaya dan 23 sumur di Keluang dikelola masyarakat secara illegal. Soalnya, secara hukum sumur tersebut masih dikelola Pertamina EP.

‘’Kami sampaikan bahaya akibat aktifitas penambangan ilegal. Maka itu, kami bersama seluruh stakeholder mensosialisasikan hal ini,” ujar Krisman Sihotang, Manager HSSE Asset 1 PT Pertamina EP, saat sosialisasi, kemarin.

Asisten II Setda Pemkab Muba diwakili Sulaeman Zakaria menyampaikan, pihaknya mendukung langkah Pertamina melakukan penertiban sumur ilegal drilling.

“Karena itu, kami mengimbau dan meminta dukungan masyarakat untuk menghentikan kegiatan penambangan ilegal,” ujarnya.

Sementara, perwakilan dari para penambang, Rendi Yusro yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dari Kelurahan Mangun Jaya menyampaikan, masyarakat mendukung langkah yang ditempuh Pertamina.

“Kami berharap agar dapat dibina. Apabila ada kegiatan CSR, kami berharap dapat dilibatkan,” ujar dia.

Pertemuan dihadiri 200 orang peserta rencananya dilanjutkan dengan pemasangan spanduk berisi informasi, terkait bahaya aktifitas ilegal drilling. Kemudian secara bertahap akan dilakukan penertiban.

“Pasca penertiban, akan kami libatkan masyarakat penambang untuk membersihkan limbah B3 yang diakibatkan aktifitas penambangan ilegal tersebut,’’ tuturnya.

Ditemui di Keluang, Field Manager Ramba, Heru Irianto menegaskan, bahaya kegiatan ilegal drilling benar – benar nyata.
“Saat bersamaan sosialisasi ilegal drilling, terjadi kebakaran di sumur yang ditambang oleh masyarakat di Keluang. Ini bukti bahwa aktifitas ilegal itu sangat berbahaya,” pungkas Heru. (omi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses