Sosialisasi Hasil Rakornas, Tunda Vaksin MR

Sosialisasi Hasil Rakornas, Tunda Vaksin MR
Posted by:

 

MURATARA – Menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Majelis ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel, sosialisasikan hasil Rapat koordinasi nasional (Rakornas) dan ijtima ulama di Kabupaten Muratara.

“Kami ini, menyampaikan hasil dari Rakornas, karena dari hasil tersebut ada kesepakatan antara MUI dengan Kementerian Kesehatan untuk menundah melakukan Vaksin MR kepada masyarakat muslim,”ungkap Ketua MUI Sumsel Prof Dr KH Abdulatun Mukhtar, Rabu  (8/8/18).

Dijelaskanya, penundaan tersebut sampai dikeluarkannya fadwa dari MUI pusat. Ketika disingung mengenai sudah ada melakukan Vaksin? Abdulatun mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melarang atau memberikan sanksi kepada pihak terkait dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) baik kota maupun Kabupaten.

“Mestinya Dinkes itu harus mengacu pada kesepakatan yang ada. Namun bagi ada juga yang melaksanakan Vaksin MR kita juga tidak bisa melarang ataupun melakukan penindakan tegas karena bukan wewenang kita,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi Sumsel, Utad Ayik Farid mengatakan. Ulama di indonesia memang sudah sejak dulu, ikut andil dalam aksi bela negara. Bahkan selama masa penjajahan di Indonesia sebelum era kemerdekaan, basik perjuangan kemerdekaan bersumber dari ulama-ulama pondok pesantren.

“Jika dulu KH Asyim Asyari memberikan fatwa membela negara hukumnya adalah Jihad, sehingga dengan kalimat tauhid kita bisa mengusir penjajah. Sekarang di era kemerdekaan, ulama harus ikut berperan lebih jauh lagi,” ucapnya.

Ulama diminta bisa memberikan masukan-masukan ke pemerintah baik pihak eksekutif maupun legislatif, dalam merancang peraturan undang-undang. Sehingga dapat memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim.

“Seperti peraturan UU pendidikan, kesehatan, ‎UU perkawinan, sangsi pelecehan seksual, dan lain-lainnya. Jadi intinya kita seluruh ulama di indonesia harus bersatu dan diminta lebih proaktif ikut membela negara,”beber dia.

Terpisah, Bupati Muratara HM Syarif Hidayat yang ikut menghadiri pertemuan itu, mengatakan Pemkab Muratara sangat mendukung program-program kegiatan keagamaan di Muratara.Karena itu sudah tercantum dalam visi dan misinya, untuk mewujudkan masyarakat Muratara yang religius. “Kita sudah berangkatkan ratusan pelajar asal Muratara untuk sekolah di pondok-pondok pesantren. Kami harapkan mereka bisa menjadi tahfis quran, sehingga saat mereka kembali ke Muratara mereka siap ikut andil membina umat,”harap dia. (lam)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses