Stanting, Anak Sulit Berprestasi

Stanting, Anak Sulit Berprestasi
Sosialisasi Dinas Kesehatan, Leadher dari IMA World Health dan beberapa media cetak serta online. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Berdasarkan data dari IMA World Health, hampir 9 juta atau lebih dari 1/3 balita di Indonesia mengalami stanting atau kondisi balita tumbuh lebih pendek dari standar tinggi pada seusianya.
Gerakan Kampanye Gizi Nasional (GKN) tengah melakukan sosialiasai agar tidak menyebar luas tiap-tiap kabupaten.

Sebagai narasumber Leadher dari IMA World Health, M Ridwan Hasan mengatakan, saat ini masyarakat banyak belum mengetahui stanting. Saat usia hamil para wanita mengalami kurang gizi. Sehingga menyebabkan anaknya lebih pendek dari standar tinggi badan.
“Jika dibiarkan terus maka stanting akan berdampak pada kecerdasan. Sehingga bisa mengganggu prestasi dan bahkan mengganggu produktivitas melalui profesi masing-masing,” katanya.

Sementara, Dinas Kesehatan Sumsel, Feri mengatakan, salah satu masalah yang mengancam bangsa, kondisi stanting akan berdampak pada saat mereka dewasa baik secara produktifitas pendapatan maupun lemahnya kesehatan.
“Kondisi stanting yang setiap tahunnya biasanya menyerang organ vital mulai dari otak, jantung dan juga pancreas,” ujarnya.

Lanjutnya, banyak penelitian bahwa IQ anak yang stanting lebih rendah dari bayi awalnya tumbuh standar. Sebagai referensi, para ahli meneliti jalan hidup dari bayi sampai dewasa ditemukan bahwa pendapatan orang yang bayinya mengalami stanting 20 persen lebih kecil daripada bayinya tumbuh standar.
“Akibat lain adalah daya tahan tubuhnya sakit atau lemah seperti jantung, obesitas, tekanan darah tinggi dan ini menjadi beban ekonomi negara. Diketahui kerugian Negara akibat stanting mencapai sekitar 300 triliun per tahunnya,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses