Sudah Kantongi Black Box Batik Air

Sudah Kantongi Black Box Batik Air
Insiden Batik Air vs Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma.
Posted by:

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini masih menelusuri penyebab insiden tabrakan Pesawat Batik Air dengan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (4/4) malam.
Kepala KNKT, Suryanto Cahyono mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan analisa pada Black Box dua pesawat itu hingga siang ini. “Black Box sudah di tempat kami, hasilnya nanti tunggu tiga bulan lagi. Sekarang kami akan lakukan pemeriksaan lanjutan Ground Handling,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (5/4).
Selain itu, KNKT juga masih melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang berjaga di towing serta mengumpulkan data dari saksi-saksi lainnya. “Kami juga sudah kerja sama dengan TNI AU untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut soal insiden tadi malam,” tambahnya. Selanjutnya, pemeriksaan pada pilot Batik Air akan dilaksanakan pada Rabu (6/4) besok. “Serta seluruh rekaman yang berada di Air Traffic Control (ATC),” pungkas Suryanto.
Sedangkan Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait mengatakan, pilot Batik tersebut sudah berpengalaman untuk menerbangkan pesawat jenis Boeing. “Pilotnya cukup senior untuk terbang di Boeing 737,” kata Presiden Direktur Lion Group Edward Sirait dalam konferensi pers di kantor pusat Lion, Jakarta, Selasa (5/4).
Menurut Edward, pilot berada dalam kondisi baik. “Jam terbangnya kalau enggak salah di atas sepuluh ribu,” ucapnya. Namun, Edward mengatakan, sang pilot saat ini tidak diizinkan untuk menerbangkan pesawat. Sebab, mereka masih menunggu hasil rekomendasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Edward menjelaskan, pilot pesawat Batik Air sudah mendapatkan izin tinggal landas (take off) oleh menara pengawas. Saat melihat ada pesawat lain, pilot sudah berusaha menghindari senggolan dan memberhentikan pesawat. “Tapi, senggolan tidak dapat dihindari,” ungkapnya.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers (INACA) Tengku Burhanudin mengungkapkan penyebab tabrakan antara pesawat milik Batik Air dengan Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (4/4). Menurutnya, ada dua penyebab kecelakaan itu.
Burhanuddin mengatakan, penyebab pertama kecelakaan itu karena Bandara Halim PK tidak memiliki taxiway atau jalan penghubung antara landasan pacu dengan apron, hanggar, terminal atau fasilitas lainnya. Dia menjelaskan, landasan pacu bercampur dengan taxiway sehingga rentan terjadi kecelakaan. “Inilah kelemahan dari Halim kalau untuk regular flight. Karena di sini (Halim Perdanakusuma) tidak punya taxiway,” katanya di Bandara Halim PK, Selasa (5/4).
Sedangkan faktor penyebab kedua adalah sumber daya manusia (SDM) di Bandara Halim PK memang tidak mumpuni untuk bandara komersial. Menurut Burhanuddin, ada kesalahan dalam berkomunikasi antara pengatur lalu lintas pesawat dengan pilot Batik Air.
“Ada hubungan juga dengan air traffic control, ada hubungan juga dengan pilot Batik Air. Jadi ya kita belum tahu yang pasti kenapa-kenapanya. Informasi yang didapatkan yang berhubungan dengan komunikasi. Komunikasi yang boleh dikatakan melalui walkie talkie dan air traffic control. Ini mungkin di situ ada salah (komunikasi) satu sama lain,” jelasnya.
INACA pun meminta agar semua pihak bersabar menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). “Sebaiknya kita tunggu sajalah hasil KNKT,” katanya seraya berharap insiden itu menjadi bahan evaluasi atas pengelolaan Bandara Halim PK. (gil/jpnn)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses