Sulap Kampung Kumuh Jadi Bersih

Sulap Kampung Kumuh Jadi Bersih
Posted by:

PALEMBANG – Demam Asian Games sampai juga ke kampung-kampung di Palembang. Bahkan, berkat kreatifitas warga Lorong Batu Nilam, Gang Masjid, RT 18 RW 5 di Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, kini yang lebih dikenal dengan kampung Asian Games.
“Kami hanya ingin memanfaatkan lahan warga yang tidak terpakai menjadi medium perubahan wajah kampung ini,” kata Mahgodi Idris (38), warga Lorong Batu Nilam selaku inisiator Kampung Hias Asian Games 2018.
Mahgodie menambahkan, lahan milik warga tersebut kosong dan tidak terawat. “Setelah kita meminta izin kepada pemilik lahan, akhirnya pemmilik mengizinkan dan dengan waktu dua bulan kami bekerja secara bersama-sama untuk membersihkan kampung tersebut,” ujarnya.
Lahan tersebut sambungnya, sangat memprihatinkan. Tempat masyarakat tawuran dan bahkan menjadi tempat sampah bertumpuk.
“Alhamdulillah, respons warga sangat baik. Awalnya hanya beberapa orang saja yang membantu. Apalagi banyak warga yang berprofesi sebagai pegawai kantoran, yang hanya punya waktu senggang di rumah pada malam hari,” bebernya.
Setelah melihat hasilnya sedikit demi sedikit, warga lainnya akhirnya mau bergotong royong merenovasi permukimannya yang disebut Kampung Cempaka.
Lahan kosong yang kumuh di tengah permukiman warga diubah jadi wajah kampung modern secara swadaya. Proses perombakan dimulai dari Maret hingga April 2018.
“Swadaya berupa tenaga, dana dan bahan baku seperti cat. Kami mengerjakan bersama-sama secara gotong royong, tanpa meminta upah sedikit pun. Kami juga meminta bantuan kepada pihak lurah dan camat,” katanya.
Hasil kerja keras mereka ternyata berbuah hasil. Kampung Cempaka dinobatkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin sebagai Juara 1 Kompetisi Kampung Hias Asian Games 2018 dan mendapatkan hadiah tiga ekor sapi.
Lapangan yang dihias dengan nuansa ajang internasional ini, dengan menghadirkan sarana olahraga bulu tangkis, gambar maskot Asian Games 2018, serta lokasi swafoto kekinian.
Sementara itu Camat Bukit Kecil, Ahmad Furqon mengatakan, perubahan permukiman kumuh menjadi kampung hias sudah dipuji banyak pejabat. Salah satunya Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang nonaktif Fitrianti Agustinda saat berkunjung beberapa bulan lalu.
“Kampung ini benar-benar dihuni warga asli Sumsel dan sesuai dengan kriteria panitia, ada kebersamaan dan gotong royong saat mengubah pemukiman ini jadi kampung hias,” katanya.
Furqon menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memperluas penataan kampung-kampung yang kita nilai kumuh dan menghilangkan image kumuh di Kota Palembang. (rel)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses