Sungai Meluap, 7 Desa Terendam

Sungai Meluap, 7 Desa Terendam
Rumah warga di Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, yang terendam banjir, dengan ketinggian mencapai satu meter. Foto lukman/Palembang Pos
Posted by:

MUARA ENIM – Tujuh desa di Kecamatan Rambang Dangku, Kabupaten Muara Enim, terendam banjir setinggi satu meter. Banjir akibat hujan mengguyur wilayah hulu itu, menyebabkan Sungai Lematang yang melintasi dua kabupaten meluap, dan merendam ratusan rumah.
Banjir paling parah terjadi di Desa Banuayu, Kuripan, Batu Raja, Pangkalan Babat, Dangku, dan Desa Siku. Di wilayah ini, ketinggian air mencapai satu meter. Namun sebagian warga masih bertahan di rumah, sembari menunggu banjir surut.
Menurut Jamal Dali (31), warga Desa Dangku, banjir mulai terjadi sejak Jumat dini hari, ketika mereka masih tertidur lelap. Agar tidak terendam banjir, warga memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Jamal menambahkan, Sungai Lematang meluap akibat air kiriman dari hulu sungai atau wilayah Pagaralam, dan Lahat, yang diguyur hujan deras. Sedimentasi dan banyaknya sampah yang menghambat aliran sungai, menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah warga.
Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim Agus Fahrurozi, ketika dikonfirmasi membenarkan banjir tersebut. Pihaknya memberikan surat edaran setiap desa-desa diwilayah rawan banjir untuk dibangun posko. “Kita sudah memberikan surat edaran ke desa-desa untuk waspada banjir, dan mendirikan posko,” ujar Agus, dikonfirmasi Minggu (03/01).

#Ditinggal di Perahu, Seorang Balita Hilang
Sementara itu, rasa panik bercampuran kebingungan sangat dirasakan Desi, warga Dusun I, Desa Tanjung, Kecamatan Belimbing, Muara Enim. Itu terjadi karena anaknya yang masih bayi bawah lima tahun (Balita) bernama Robi (4), hilang di dalam perahu, ketika dia mencari kayu di pinggir Sungai Lematang.
Peristiwa itu terjadi Sabtu (02/01), sekitar pukul 09.00 WIB. Sejak kejadian itu, warga desa setempat bersama petugas Polsek Gunung Megang, terus mencari korban. Pencarian dilakukan dengan cara menyelami di seputar perahu korban yang berhenti. Kemudian juga dengan cara menelusuri aliran Sungai Lematang dengan menggunakan perahu.
  Informasinya, pagi itu, korban Robi diajak ibunya naik perahu ke Sungai Lematang. Ibunya hendak mengambil kayu di pinggir aliran Sungai Lematang tersebut. Saat itu ibunya melihat ada kayu yang berada di daratan pinggir sungai itu. Ibunya naik ke daratan, dan Robi ditinggal di perahu. Tanpa disadari ibunya, tindakan itu membahayakan sang anak.
Usai mengambil kayu, ibunya kembali ke perahu. Betapa terkejutnya dia, ketika melihat balita kesayangannya sudah tidak ada lagi di perahu. Saat itu kondisi arus Sungai Lematang cukup deras. Lantas sang ibu menjadi panik, dan berteriak meminta tolong dengan warga.
Warga bersama petugas Polsek melakukan pencarian, dengan menyelami lokasi tempat balita tersebut terjatuh, dan menelusuri aliran Sungai Lematang. Pencarian itu sempat mengalami kesulitan, karena kondisi air Sungai Lematang sedang meluap, hingga arusnya cukup deras. Hingga berita ini dibuat, warga dan petugas masih melakukan pencarian sang balita.
Kapolres Muara Enim AKBP Nuryanto SIk MSi, melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Indra, didampingi Kasubag Humas Iptu Arsyad, dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Pencarian masih dilakukan anggota Polsek bersama-sama warga,” jelasnya. (luk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses