Sungai Meluap, Banjir Meluas

Sungai Meluap, Banjir Meluas
Posted by:

Curah hujan yang tinggi, membuat sungai meluap disejumlah kabupaten/kota di Sumsel. Akibatnya, banjir semakin meluas menggenangi perumahan dan lahan sawah warga.
Seperti terjadi di Kabupaten PALI, Ogan Ilir, Muaratara, Lahat dan OKI. Di Kabupaten Ogan Ilir, sedikitnya 150 rumah tergenang di tiga desa di Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Musibah tahunan yang menimpa warga ini disebabkan intensitas hujan yang terus menerus sehingga meluapnya aliran sungai yang melintas di tiga desa tersebut.
Seperti Desa Srikembang 1, Srikembang 2 dan Desa Srikembang 3. Luapan air sungai yang menggenangi ratusan rumah panggung tersebut, dengan kedalaman bervariasi, yakni dari 1 hingga 1,5 meter.
Kepala Desa (Kades) Seri Kembang II, Saihul mengatakan, hujan yang cukup deras semalam dari pukul 19.00 hingga 24.00 WIB, merupakan salah satu penyebab banjir.
“Selain itu, diduga lantaran air sungai yang melintas di tiga desa ini tidak mampu menampung debit air. Sehingga meluap ke rumah warga yang berada di bantaran sungai desa setempat,” ujar Saihul, Rabu (14/3/18).
Saihul menjelaskan, banjir ini sudah menjadi rutinitas tahunan bagi masyarakat yang berada di bibir sungai. Sehingga masyarakat sudah mengantisipasi peristiwa rutin tersebut.
“Hanya saja, kegiatan harian warga sedikit terganggu. Pasalnya bagi rumah yang terendam banjir, harus membuat jembatan darurat agar bisa melakukan aktivitas,” jelasnya.
Sementara di Kabupaten PALI, beberapa desa di tepian Sungai Lematang terendam banjir. Debit air hujan dan debit air merupakan kiriman dari hulu Sungai Lematang, dan meluap dan ke desa-desa.
Lebih kurang 8 desa di tepian seperti, Curup, Modong, Tanah Selatan Sedupi, Modong, Tanjung Dalam, Muara Sungai dan Sukaraja.
Sejauh ini kondisi air belum menggenangi runah melainkan di bawah rumah panggung.
Mengingat hampi 99 persen rumah warga adalah panggung. Bagitu juga dengan aktifitas warga masih nirmal. “Sejauh ini, kondisi air masih aman bagi warga,” terang Camat Tanah Abang, Adrian via telepon.
Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muratara, mengeluarkan rilis korban banjir sebanyak 9.175 Kepala Keluarga (KK).
Data yang dimiliki tercatat dari 3 kecamatan yakni, Kecamatan Rupit 651 KK, Karang Dapo 3.185 KK, dan Rawas Ilir sebanyak 5.339 Kepala Keluarga.
Plt Kepala BPBD Muratara, Zulkifli mengatakan, data yang dimiliki berdasarkan laporan timnya di lapangan dibantu Kades dan Kecamatan.
Lanjutnya, data yang ada akan digunakan permohonan bantuan logistik, yakni bahan pokok makanan beras maupun mi.
“Untuk beras nanti pihak Ketahanan Pangan ke Bulog, dan mi akan disiapkan Dinsos, mereka sudah begerak,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan menambah bantuan logistik. Salah satu jalan berkirim surat ke Deputi Peralatan dan Logisyik Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah. (din/lam/day)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses