Tahan Sakit, Semangat Kerjakan UN

Tahan Sakit, Semangat Kerjakan UN
Iqbal, dari SMK Pembina terlihat masih mengikuti Ujian, walau keadaanya masih terbaring. Foto Rangga/Palembang Pos
Posted by:

PALEMBANG – Hari Senin (4/4) kemarin ribuan siswa dari SMA/SMK melaksanakan Ujian Nasional (UN), namun ada beberapa siswa di hari pertama tidak bisa mengikuti UN. Salah satunya siswa kelas XII jurusan Listrik SMK Pembina II bernama Iqbal Kurniawan mengalami sakit, sehingga membuat ia harus dirawat intensif di rumah sakit Pusri dan mengerjakan UN di sana.
Dibantu 2 petugas panitia ujian, Iqbal pun tetap semangat mengerjakan UN. Oneng, orang tua Iqbal mengatakan sebelum ujian, Iqbal memang hari dihari Jumat (1/4) lalu sudah masuk rumah sakit Pusri. Kebenaran hari Senin Iqbal ada UN pihak guru sudah datang dan menjelaskan, kalau bisa Iqbalnya ikut ujian susulan saja. “Namun si Iqbal tetap mau ngerjain soal dan para panitia cuma bisa bantu dengan membacakan dan melingkari jawaban Iqbal,” katanya.
Untuk ujian dimulai pukul 08:00 WIB sampai selesai dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Semangat Iqbal membuat kepala sekolah dan tim pengawas memberikan izin untuk Iqbal melaksanakan UN hari pertamanya. “UN tadi dibantu tim pengawas yang bacakan soal, Iqbal memberikan isyarat ibu yang isi soalnya. Semuanya berjalan lancar Iqbal ternyata bisa tetap UN tanpa harus ujian susulan,” jelasnya.
Saat disinggung kenapa Iqbal sakit, Oneng juga belum tahu yang terjadi dengan anaknya. Karena sejak hari Jumat, (1/4) ia sehat-sehat saja, tetapi tiba-tiba mengeluh sakit perut. Ia memang pernah jatuh dari motor tetapi tidak ada yang luka. Setelah dirawat perutnya kembung tidak bisa buang air kecil, makanya dipasang selang. “Dokter juga masih memeriksa belum tahu penyakit Iqbal apa. Itu yang membuat kami sedih. Terpaksa Iqbal harus UN di rumah sakit lagi,” keluhnya.
Saat dikonfirmasi, humas RS Pusri Palembang, Taufik membenarkan pasien Iqbal Kurniawan dirawat sejak jumat (1/4) lalu. Pasien masuk dengan keluhan tidak bisa Buang Air Kecil (BAK) dan perut yang membesar sehingga langsung mendapatkan perawatan intensi di sal rawat inap Mawar. Hanya saja, dirinya tidak bisa memastikan diagnosa penyakit yang diderita pasien karena masih menunggu hasil pemeriksaan. “Siswa mengikuti ujian di tempat tidur dengan pengawas yang datang langsung untuk membantu pasien dan kita turut memfasilitasi apapun kebutuhan pasien,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Pembina 2 Agus Indri mengatakan membenarkan bila ada salah satu murid kelas XII nya yang mengikuti UN di rumah sakit. Untuk secara teknis pelaksanan UN bagi siswa tersebut tetap sama dengan siswa lainnya. “Kita kirimkan dua pengawas ke sana ( Rumah sakit) untuk mengawal dan membantu siswa tersebut. Agus menilai tidak ada pemberian waktu lebih. Untuk satu mata pelajaran bidang Bahasa Indonesia pengerjaan sama dengan siswa lainnya yakni selama 90 menit,” pungkasnya. (roi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses