Tak Ada Bantuan Pupuk-Bibit

Tak Ada Bantuan Pupuk-Bibit
Posted by:

*Hasil Pertanian Banyuasin Anjlok
BANYUASIN – Menurunnya hasil gabah kering hingga 150 juta ton di tahun 2017, salah satu faktor utama minimnya bantuan pupuk dan bibit kepada petani sejak dua tahun terakhir.
Kondisi ini dikeluhkan petani di Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin. Untuk 2018 ini, para petani belum mendapatkan bantuan pupuk dan bibit dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
Kepala Desa Srijaya Kecamatan Rantau Bayur Heri, Mata Pencarian masyarakat desa pada umumnya hanya bergantung pada sektor pertanian saja, jika dalam hal ini pupuk dan bibit sulit didapatkan, maka ribuan lahan sawah tidak dapat digarap semaksimal mungkin.
“Biasanya masuk bulan April bantuan pupuk dan bibit sudah datang ke petani, karena pada bulan Juni mulai melakukan cocok tanam, akan tetapi bantuan tersebut belum direalisasikan Pemkab Banyuasin dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak),” kata dia.
Lebih lanjut Heri mengatakan, jikapun tidak ada bantuan, paling tidak petani di desa diberikan informasi, sehingga mereka mengetahui ada atau tidaknya bantuan tersebut.
“Ya, kami di Desa belum mendapatkan informasi jelas dari Dinas Pertanian, mengenai bantuan pupuk dan bibit. Adapun informasi dari Desa lainya beredar kabar bahwa tahun ini tidak ada bantuan untuk petani,” tegas dia.
Petani berharap adanya solusi dari pemerintah, terkait bantuan pupuk dan bibit tersebut. Karena itulah. pupuk menjadi krusial dalam sektor pertanian, karena dapat memicu pertumbuhan padi dan mendapatkan produktivitas yang baik.
“Kebutuhan pupuk dan bibit yang membuat petani di Desa kami merasa tercekik oleh kebutuhan tersebut. Bayangkan saja untuk satu hektar sawah bisa menghabiskan dana Rp 6 juta untuk membeli pupuk saja,” keluh dia.
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Banyuasin Sukardi SP, menilai jika penurunan dapat terjadi lantaran permasalahan sarana produksi pertanian atau saprodi, seperti bibit dan pupuk yang sering terlambat didapatkan para petani.
“Yang dialami petani saat ini, sulitnya untuk mendapatkan pupuk dan bibit padi, dengan demikian sangat mempengaru hasil dari pertanian itu sendiri,” keluh dia.
Dengan demikian, Sambung Sukardi, Meminta Pemkab Banyuasin lebih fokus dalam menanggani persoalan pasca panen, diantaranya dengan mendirikan BUMD yang fokus menangani pasca panen petani.
“Pemerintah Banyuasin melalui Distanak Banyuasin harus lebih fokus, menyikapi turunya hasil produksi pertanian, apalagi Kabupaten Banyuasin dinobatkan sebagai Kabupaten Lumbung pangan, hal ini harus diantisipasi lebih lanjut,” tegas dia. (cw04)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses