Tak Bayar Upah, Mandor Dibunuh

Tak Bayar Upah, Mandor Dibunuh
Tersangka menjalani pemeriksaan polisi, kemarin.
Posted by:
INDRALAYA –     Seorang mandor  proyek pembangunan siring (saluran air) milik perusahaan gas PT Surya Esa Perkasa (SEP) di jalan lintas Palembang-Indralaya Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) tewas bersimbah darah, , Kamis  (20/12), pukul 06.00 WIB. Korban diketahui bernama Suratman (47)

Suratman  tewas dengan luka robek di bagian kepala belakang. Korban tewas  usai dipukul sebanyak tiga kali menggunakan kayu gelam oleh pelaku yang tak lain merupakan pekerjanya sendiri.

Sementara usai menghabisi nyawa korban, Sibun (53), pelaku tunggal kasus pembunuhan tersebut, langsung diamankan jajaran Satreskrim Polres OI pimpinan Kasatreskrim AKP Malik Fahrin QA SIK. Selain mengamankan tersangka,  plisi  menyita barang bukti  sebuah kayu gelam berukuran lebih kurang satu meter yang digunakan untuk memukul kepala korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, antara korban dan pelaku sama-sama merupakan warga pendatang berasal dari Provinsi Lampung dan bekerja di proyek pembangunan siring milik PT SEP di kawasan Pemulutan Kabupaten OI yang sudah sejak lama.  Pelaku kesal korban selaku mandor  tak kunjung membayar upah  pekerja yang berjumlah 10 orang senilai lebih Rp 10 juta.

Kamis (20/12) pagi, pelaku mendatangi mes korban dan menanyakan masalah gaji tersebut. Justru pertanyaan pelaku membuat korban emosi dan hendak memukul  menggunakan tangan kosong. Sempat terjadi pertengkaran dan keributan antara keduanya. Sehingga, pelaku langsung mengambil sebuah kayu gelam dan memukulkannya ke bagian belakang kepala korban sebanyak tiga kali.

Akibatnya, korban tersungkur ke lantai dalam posisi terlentang bersimbah darah. Selang beberapa saat kemudian, korban  seketika tewas di-TKP. Usai membunuh korban, pelaku langsung menyelamatkan diri menuju pos Satpam dan dijemput oleh anggota Satreskrim Polres OI.

Di hadapan penyidik, pelaku mengakui perbuatannya yang telah menghabisi nyawa korban. Pelaku mengaku khilaf dan kesal karena gaji tak kunjung dibayarkan oleh korban selaku mandor bagi pekerja.

“Aku khilaf pak, kesal karena gaji tak dibayar-bayar,” ujarnya seraya menyebut sudah enam belas hari bekerja dan belum menerima upah.

Kapolres OI AKBP Ghazali Ahmad SIk MH didampingi Kasatreskrim AKP Malik Fahrin QA membenarkan telah terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut.

“Pelaku beserta barang bukti sudah kita amankan dan kini sedang menjalani proses pemeriksaan. Untuk motif pembunuhan saat ini masih dilakukan penyelidikkan dengan memeriksa sejumlah saksi yang berada di-TKP,” ujarnya. (din)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses