Takut Tak Diantar Pulang, Perawan Direnggut Duda

Takut Tak Diantar Pulang, Perawan Direnggut Duda
Tersangka Mustakim saat menjalani pemeriksaan di Mapolres OKI. Foto nurmuin/Palembang Pos
Posted by:

KAYUAGUNG – Seorang duda tak punya anak, Mustakim alias Takim (23), warga Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI, tega menggagahi korban sebut saja Bunga (15), seorang anak dibawah umur yang tidak lain adalah pacarnya. Namun aksinya ini justru membawanya ke balik jeruji besi penjara.

Tersangka diringkus Unit PPA Satreskrim Polres OKI, di kediamannya, Senin malam (23/5), di kediaman pacarnya itu, di Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI. Tersangka terancam UU no 22 tahun 2009 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Dihadapan petugas tersangka Mustakim menuturkan, antara dirinya dan korban sudah menjalin hubungan asmara, sejak bulan Oktober tahun 2015 lalu. Namun keduanya tidak terlampau sering ketemu, dan hanya berhubungan lewat ponsel saja. Bahkan keduanya bertukar Hp, agar tidak saling membohongi.

Kemudian, pada saat sebelum kejadian, Senin (23/5), sekira pukul 09.00 WIB, Mustakim bertandang ke rumah temannya, yang tidak jauh dari rumah Bunga. Kemudia, Mustakim menjemput Bunga untuk sekadar berjalan-jalan. Namun ternyata Bunga diajak berjalan-jalan ke Kayuagung, dan ke daerah Sepucuk, Kayuagung, yang terbilang masih sepi.

Saat diarah Sepucuk ini, pelaku lantas mengarahkan kendaraan ke semak, dan berupaya untuk merayu korban yang masih duduk di kelas II SMP sederajat tersebut. Namun korban sempat menolak ajakan pelaku, karena memang masih belia dan belum pernah melakukan perbuatan terlarang tersebut.

Pelaku tidak kehabisan akal, karena ajakannya ditolak dirinya kembali merayu korban bahwa akan bertanggungjawab atas perbuatannya, jika perlu pelaku siap untuk menikahi korban.
“Waktu itu saya katakan kalau tidak mau (bersetubuh,red) maka tidak akan diantarkan pulang,” kata pelaku.

Karena takut tidak diantar pulang, dan hari sudah mulai petang, membuat korban menjadi takut. Lantas pelaku yang melihat korban diam, langsung melancarkan aksinya dan menggagahi korban yang masih perawan tersebut di semak-semak. “Dia (korban,red) saya baringkan di semak-semak di samping motor Pak. Waktu saya gagahi masih perawan,” katanya.

Usai menyalurkan hasratnya, kemudian pelaku mengajak korban untuk pulang, dan meminta agar tidak menceritakan hal yang mereka lakukan kepada siapapun. “Saat itu kami langsung pulang. Namun ternyata di rumahnya sudah ramai orang, waktu itu sekitar pukul 19.30 WIB. Saya siap untuk menikahinya Pak, kalau dia mau,” tambah duda tanpa anak ini.

Sementara itu Bunga yang didampingi kerabatnya, saat diperiksa di unit PPA Satreskrim Polres OKI menuturkan, pihak keluarganya berulang kali mencoba untuk menghubungi korban maupun pelaku melalui ponselnya, namun tidak dijawab. Hal ini membuat cemas pihak keluarga.

“Kami cemas Pak, apalagi adik saya (Bunga) dibawa jalan-jalan sampai malam. Saya dan keluarga sudah berupaya mencari ternyata dengan pelaku,” kata kerabat Bunga ini. Menurutnya, pihak keluarga menolak untuk berdamai, kendatipun pelaku menyatakan siap untuk bertanggungjawab dan menikahi Bunga.

“Adik saya masih sangat muda Pak, dan di sekolahnya dia selalu berprestasi kalau tidak ranking 1 atau ranking 2 di kelasnya. Saya minta pelaku dihukum berat karena sudah merusak masa depan adik saya,” harapnya.

Kapolres OKI AKBP Amazona Pelamonia SIk, didampingi Kasat Reskrim AKP Dikri Olfandi SIk, dan Kanit PPA Iptu Jhony Marten mengatakan, saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres OKI untuk menjalani pemeriksaan. ‘’Tersangka akan dijerat dengan Pasal 81-82 UU 22 tahun 2009 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya. (jem)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses