Target 11.327 Sambungan Baru

Target 11.327 Sambungan Baru
Posted by:

PALEMBANG- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang tahun ini menargetkan 11.327 pemasangan sambungan baru, dengan sasaran utama di kawasan Seberang Ulu.
Dudi Iskandar, dari bagian Humas PDAM Tirta Musi Palembang mengatakan, pada 2017 lalu, dari target 13.827 pelanggan baru, yang terealisasi baru 9.869 pelanggan baru atau persentasenya 71,37 persen.
“Selama 2017 yang lalu, memang ada pemasangan baru yang sedikit tertahan. Itu untuk pelanggan di kawasan Sako, Sukarami, dan Gandus. Kita tidak bisa paksakan kalau di daerah itu, karena keadaanya memang defisit,” kata Dudi.
Selain itu, lanjut Dudi, PDAM akan berinvestasi membangun pipa baru berkapasitas 1.100 liter per detik di kawasan Seberang Ilir. Investasi ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengatasi defisit air sebesar 300 liter per detik di Palembang. Antara lain di sebagian kawasan Sako, Sukarami, Talang Jambe.
“Kita akan pasang Intake dan IPA di Gandus. Tapi itu kan perlu proses ya. Diprediksi 2-3 tahun pembangunan ini akan selesai,” katanya.
Ia juga menjelaskan tentang pengairan di beberapa daerah yang berbeda, di mana ada daerah yang ?dialiri air selama 24 jam, daerah lain air hanya mengalir pada jam-jam tertentu.
Menurut Dudi, kawasan seperti di Poligon, Jalan Demang Lebar Daun, Macan Kumbang, dan beberapa daerah sekitar lainnya, berada di jalur pengaliran dari Intake Karang Anyar. Sehingga air mengalir lebih lancar.
“Misalnya, ya, dari Intake Karang Anyar itu di kirim ke Booster KM 4. Nah, dari sana baru di kirim ke Sako. Sehingga untuk mencapai ke Sako itu kan butuh waktu untuk dialirkan ke rumah warga. Sementara air terus mengalir 24 jam dari Intake ke Booster. Jadi, kawasan yang berada di jalur pengaliran air, bisa 24 jam, sementara daerah lain butuh waktu. Begitu, bukan karena defisit air,” bebernya.
Kedepan, Dudi melanjutkan, Tirta Musi akan melakukan penyesuaian tarif pemasangan baru. Tarif yang saat ini sebesar Rp 1,1 juta dinilai tidak sesuai lagi dengan biaya material yang terus naik.
“Harga ini sudah dari 2006, belum ada kenaikan. Kita sedang bahas, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa mendapatkan hasil. Kalaupun ada penyesuaian, jumlahnya tidak akan besarlah,” tukasnya. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses