Target Pajak Parkir Naik

Target Pajak Parkir Naik
Posted by:

2013, Tembus Rp Rp 15,2 Miliyar

Palembang, Palembang Pos.-
Meningkatnya volume kendaraan dan intensitas pengguna kendaraan yang cukup tinggi di Kota Palembang, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menaikkan target pajak parkir. Kenaikan pajak dari sektor ini cukup tinggi sebesar 23,81 persen.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Ir Agus Kelana. Dia mengatakan, tahun 2013 lalu target pajak parkir mencapai Rp 10,5 miliar. Ternyata terealisasi Rp 15,2 miliar.
“Untuk tahun 2014 ini, kami akan menargetkan pendapatan pajak dari parkir tersebut hingga 23,81 persen. Kami optimis pada tahun 2014 akan tercapai.  Kita yakin dengan peningkatan volume kendaraan yang cukup tinggi di kota Palembang, tentunya juga potensi mall yang luar biasa berkembang, akan mendorong pendapatan pajak dari parkir yang ada di Kota Palembang,” cetusnya.
Ditambahkan Agus, untuk memenuhi tuntutan tersebut, Dispenda berharap banyak dari pengelola atau pemilik lahan parkir yang menetapkan tarif untuk biaya parkirnya masing-masing, seperti pusat perbelanjaan.
“Sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, 30 persen penerimaan parkir oleh pemilik atau pengelola mesti disetor ke dispenda terkait, pajak parkir akan bertambah banyak seiring dengan tumbuh dan berkembangnya tempat baru khususnya di kawasan Jakabaring, mall, perhotelan, dan lain-lain yang memiliki pengelolaan parkir,” tutupnya
Disisi lain, untuk meningkatkan pendapatan daerah, Dispenda Kota Palembang, Februari mendatang akan menerapkan sistem pembayaran pajak via online. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kebocoran pada setoran pajak ke kas daerah.
“Kami menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pajak online ini. Langkah ini diharapkan sebagai upaya memaksimalkan kinerja pihaknya dalam menghimpun perolehan pajak.  Untuk tahap awal ini, kita akan terapkan kepada 30 wajib pajak (WP). Jika sesuai rencana, maka Febuari sudah bisa dimulai,” kata dia.
Agus mengatakan, rencana ini sudah lama digagas. Dimana penandatanganan momerandum of understanding (MoU) dengan pihak BRI sendiri telah dilakukan sejak Oktober 2013 lalu.  “Targetnya kita terapkan pada sektor pajak hotel, parkir dan restoran,” terangnya.
Secara teknis, Pemkot mendapat keuntungan dengan program ini. Selain dapat menekat tingkat kebocoran, pihaknya juga tidak mengeluarkan investasi dalam hal pengadaan alat yang diperlukan.  “Semua persiapan termasuk alat yang diperlukan telah disiapkan oleh pihak BRI,” tegasnya.
Pada tahun 2014 ini, tambah dia, target penerimaan pajak yang diberlakukan mengalami peningkatan hingga sekitar 20 persen. Dari Rp 322 miliar menjadi Rp 388 miliar.  “Nah, salah satu cara untuk dapat merealisasikanya yakni dengan sistem pembayaran pajak online ini,” ucap dia. (cr10/ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses