Target Selesai Juni 2018

Target Selesai Juni 2018
Pembangunan proyek LRT.
Posted by:

PALEMBANG – Proyek Manager Zona I LRT PT Waskita Karya, Muhammad Isa menjelaskan, dari total 3.500 tiang pancang tersebut, setidaknya sudah dikerjakan 700 titik atau sekitar 30 persen. Selain tiang pancang, juga akan dikerjakan pemasangan bore pile di 1.200 titik.
“Untuk tahun ini memang kami menargetkan menyelesaikan struktur bawah dari LRT ini. Semuanya harus rampung tahun ini, karena kita mengejar target harus selesai Juni 2018,” kata Isa, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.
Isa menambahkan, proyek LRT dibagi menjadi 5 zona. Diantaranya zona 1 dari Bandara SMB II-Jl Kolonel Barlian, kemudian zona 2 dari Jl Barlian-Punti Kayu, zona 3 dari Punti Kayu sampai Simpang Charitas, zona 4 dari Simpang Charitas-Jakabaring dan zona 5 dari Ampera -Jakabaring.
Mengenai jalan yang menjadi bergelombang, Isa mengatakan, hal itu disebabkan kondisi tanah di Palembang yang berbeda-beda. Sehingga, saat dilakukan pemancangan membuat jalan bergelombang.
“Karena itu, sekarang jalan yang bergelombang sudah mulai kami perbaiki. Seperti di Jalan Bandara SMB II (zona I) dan Jalan Kolonel Barlian. Tanah yang bergelombang kami potong, kemudian nanti jalan diperbaiki. Nanti, setelah pengerjaan tuntas seluruhnya akan kami perbaiki lagi,” jelasnya.
Untuk menghindari hal itu lagi, tambah dia, saat ini pihaknya sudah memakai dua teknik pemancangan yang disesuaikan dengan kondisi tanah. “Jadi ada 3.500 pakai tiang pancang dan 1.200 titik pakai bore pile. Misalnya, di zona 1 pakai tiang pancang, zona 2 sebagian tiang pancang sebagian lagi pakai bore pile. Zona 3-5 itu memakai bore pile,” bebernya.
Selain itu, kata Isa, ada beberapa kendala di lapangan yakni beberapa utilitas yang berada melintang tepat di beberapa zona, seperti sutet di KM 5, Jakabaring, kemudian pipa gas PGN di Demang Lebar Daun. “Namun kita sudah berkoordinasi, kalau memang tidak bisa, kita yang bergeser,” katanya.
Tidak hanya itu, pihaknya bekerja keras karena tentu saja cuaca menjadi faktor penghambat. Belum lagi kata dia, ada banyak papan reklame, PJU (penerangan jalan umum), dan tanaman. “PJU yang dinilai menganggu kita cabut dulu, termasuk JPO (jembatan penyebrangan orang) yang bisa dirobohkan,” imbuhnya. 
Untuk tinggi LRT sendiri, sambungnya, bervariasi. Dilihat dari kontur tanah berbeda antara 5-10 meter. ”Semua tidak sama, ruas jalan di Palembang ada tinggi dan rendah, termasuk jaraknya dari stasiun satu ke stasiun berikutnya bervariasi,” kata dia lagi. Menanggapi soal kemacetan, pihaknya berharap masyarakat bersabar, karena antara Dinas Perhubungan terus berkoordinasi untuk memilih jalan alternatif. (ika)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses