Tarif Parkir Bandara Bakal Naik

Tarif Parkir Bandara Bakal Naik
Posted by:

YLKI Kritik Kebijakan Manajemen PTAP II

Palembang, Palembang Pos.-
Bandara Internasional SMB II Palembang nantinya akan menaikkan tarif pakir kendaraan. Tarif akan disamakan dengan mall-mall yang berada di kawasan kota Palembang, dengan sistem parkir progresif.
Demikian disampaikan Manager Parkir Kendaraan Bandara, Rahmat Iswanto saat dibincangi kemarin (27/2). Dia menerangkan seiring dengan rencana pengembangan Bandara Internasional SMB II Palembang, baik kawasan parkir maupun cargo dan lain-lain maka tarif parkir pun bakal dinaikkan.
“Rencananya memang bakal ada kenaikan seperti di mal, mungkin disamakan di mall. Masih menunggu keputusan manajemen secepatnya. Tahun ini tarif tersebut sudah akan diberlakukan, info ini kami dapatkan langsung dari PT Angkasa Pura II untuk areal parkir juga kemungkinan akan ada pelebaran.Bisa nambah 100 lebih kendaraan,” jelasnya.
Saat ini lanjutnya, untuk parkir umum (bukan inap) mobil Rp 2 ribu per jam. Tarif setelah jam pertama, selanjutnya dikenakan tambahan Rp 1000 perjam. Sedangkan untuk parkir motor satu jam pertamanya dikenakan Rp 1.000. Jam berikutnya Rp 500 per jam.
“Setiap hari kendaraan yang parkir di kawasan Bandara Internasional SMB II ini bisa mencapai 5 ribu unit dengan omzet Rp 17 juta, sedangkan tarif parkir inap 6 jam pertama dikenakan Rp 15 ribu. Seterusnya tambah Rp 2 ribu per jam,”  terangnya.
Ditambahkan Rahmat, pihaknya cukup kewalahan jika diujung weekend untuk parkir inap. Bahkan pada hari besar mencapai 250 kendaraan. Seperti Natal, event lebaran atau libur panjang bahkan lapangan parkir umum juga terpakai.
“Kapasitas parkir inap beratap kanopi di bandara kita ini hanya muat untuk 130 kendaraan,  Sedangkan di luar kanopi 70 kendaraan, kalau pada hari-hari biasa paling ada 20-an mobil, dan untuk ansipasi kemacetan kednaraan kita juga sudah membuat pos keluar yang kita bangun jalur 3, sehingga antrean panjang dapat diatasi,” tandasnya.
Sementara itu terpisah, Ketua YLKI Sumsel RHM Taufik Husni saat dibincangi mengatakan, rencana bandara yang akan menaikkan tarif parkirnya sama seperti mall merupakan tindakan yang sewenang-wenang. Sebelumnya, harus melihat aturan hukumnya seperti apa. Menurutnya, retribusi parkir baik di mall maupun bandara harus dikembalikan pada aturan yang diatur Pemerintah, dalam hal ini Dishub.
“Pemerintah harus intervensi ke pengelola parkir. Seperti di salah satu mal bayak yang lapor ke kita, masak cuma mendrop sekali masuk dikenakan Rp 5.000. Kebijakan retribusi semacam ini harusnya diketahui pemerintah,” tukasnya. (cr10)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses