Tarif Parkir Naik 100 Persen

Tarif Parkir Naik 100 Persen
Inilah lokasi parkir di Pasar Baru Baturaja yang mengumumkan tarif parkir naik menjadi Rp2 ribu. Foto Eko/Palembang Pos



Posted by:



BATURAJA – Inilah uniknya Kabupaten Ogan Komering Ulu  (OKU) berjuluk Bumi Sebimbing Sekundang. Tak hanya harga sembako saja yang naik selama Ramadan. Namun, tarif parkir motor ikut-ikutan naik dari Rp1000 menjadi Rp2 ribu/unit.

Pantauan dilapangan, kemarin (10/6), harga karcis parkir tepi jalan mengalami kenaikan khususnya parkir untuk sepeda motor.

Misalnya, dikawasan Pasar Baru, sejumlah titik parkir terdapat tulisan besar menegaskan setiap kendaraan yang parkir harus membayar Rp 2 ribu per motor.  

Hal ini, sontak membuat masyarakat kecewa karena kenaikan tarif parkir dilakukan secara illegal. Sebab untuk pengelolaan parkir tepi jalan, Pemkab OKU bersama dewab sudah menerbitkan Peraturan Daerah mengenai tarif parkir.

Dijelaskan, tarif parkir tepi jalan untuk sepeda motor hanya Rp1000 per sekali parkir.

“Kami sangat keberatan dengan naiknya tarif parker. Apalagi sekarang semua kebutuhan mengalami kenaikan ditambah lagi, tarif parkir ikut-ikutan naik,” keluh Pita (29) warga Baturaja, dibincangi saat berbelanja di Pasar Baru Baturaja.


Sementara, seorang juru parkir (Jukir) dikawasan tersebut mengatakan, kenaikan tarif parkir sudah biasa terjadi saat puasa dan menjelang lebaran.

Menurutnya, kenaikan itu sudah mendapat persetujuan dari Dishub OKU.
Memang kalau puasa dan jelang lebaran parkir naik.

‘’Itu sudah perintah dari atas (Dishub.red). Kami disuruh pasang merek harga parkir naik jadi Rp2 ribu sekali parkir,” aku seorang Jukir di kawasan Pasar Baru Baturaja, enggan menyebutkan namanya serta menggunakan seragam bertuliskan Jukir Dinas Perhubungan OKU.


Terpisah, dikonfirmasikan Kepala Dishub OKU, Firmansyah ST menegaskan, pihaknya tak pernah menaikan harga parkir. Menurutnya, tarif parkir sudah ditentukan melalui Perda OKU yaitu sebesar Rp1000 per sekali parkir.


“Tangkap saja oknum yang menaikan harga parkir dan laporkan ke polisi. Parkir sesuai Perda yaitu Rp1000 per sekali parkir. Jangan mau bayar Rp2 ribu,” tegas Firmansyah, melalui telepon selulernya. 

Menanggapi adanya kenaikan tarif parkir diduga ilegal tersebut, DPRD OKU menuding, terjadi lantaran tak adanya pengawasan pihak terkait yakni Dishub.

Hal ini ditegaskan Yudi Purna Nugraha SH, anggota Komisi I DPRD OKU dari Fraksi PKB. 


“Harus ditindak. Sebagai penyelenggara parker, Dishub harus bertindak tegas. Kalau didiamkan saja artinya Dishub melanggar dan melakukan pembiaran atas kenaikan tarif parkir,” tegasnya. (len)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses