Teganya Membunuh Janda

Teganya Membunuh Janda
Posted by:

##Pelaku Masih Diselimuti Misteri

KASUS pembunuhan tragis di Jalan Pati Mura, Gang Ansyor, RT 04, Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Senin (12/3/18), sekitar pukul 11.00 WIB, belum menemukan titik terang. Saksi kunci untuk mengungkap kasus siapa pelaku pembunuhan keji ini juga belum ada. Polisi masih terus melakukan pengusutan guna mengungkap pelakunya.
Seorang warga, Rafaena Wati (40), ditemukan tewas secara tragis dengan kondisi tubuh penuh luka tusuk dan luka sayat, terutama di bagian dada dan leher. Hal itu diketahui setelah anak kedua korban Amir (18), pulang sekolah. Informasi dikumpulkan menyebutkan, Amir yang saat itu pulang sekolah merasa heran melihat pintu rumah terbuka.
Padahal biasanya setiap pulang sekolah pintu rumahnya masih tertutup. Saat masuk, Amir, kaget melihat sang ibu sudah tewas bersimbah darah di atas karpet yang ada di depan pintuk kamar. Lalu Amir berteriak meminta tolong warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Sementara, Yus (50), ipar sepupu korban, menjelaskan, dirinya tak tahu persis kronologis kejadiannya. Karena saat tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), warga sudah ramai dan sudah banyak polisi.
“Kalau kato wong tadi posisi korban cak ini (miring). Tapi waktu kami datang kesini posisi korban sudah cak ini (tengkurap),” jelas Yus seraya mempraktekkan posisi korban saat dilihatnya.
Dikatakan Yus, belum diketahui apakah ada barang yang hilang atau tidak. Namun saat dirinya tiba, kondisi rumah korban sudah berantakan, pakaian di lemari juga berhamburan dilantai. “Tadi disini ada ambal, jadi korban ditemukan dipucuk ambal, terus pakaian dilemari juga berserak disini,” ujar Yus.
Ditambahkan Yus, setelah korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) dan polisi sudah mengizinkan membersihkan dan membereskan rumah korban, karena itu dia merapihkan rumah korban.
“Tadikan polisi nanyo, aku siapo terus karno aku saudranyo (korban) aku dibolehkan beresinyo,”terang Yus.
Senada dikatakan kakak kandung korban, Suparman (47), yang datang dari wilayah perbatasan Lubuklinggau-Curup, tepatnya Padang Ulak Tanding (PUT).
Dirinya tak tahu bagaimana kronologis kejadian sebenarnya. Dirinya juga belum tahu dan belum bisa menduga motif dari pelaku. “Aku dak tahu, aku baru datang,” ujar Suparman.
Dari kedua saudara korban tersebut, diketahui bahwa korban dan suaminya sudah bercerai. Korban juga belum lama membuat hajatan pernikahan anak pertamanya Sandi. “Tanggal 24-25 (Februari) inilah dio baru sudah nikahkan anaknyo,” ujar kedua saudara korban. (yat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses