Tempat-tempat Bersejarah yang Masih Didatangi Umat Muslim di Sumsel (5)

Tempat-tempat Bersejarah yang Masih Didatangi Umat Muslim di Sumsel (5)
Makam Ratu Bagus Kuning Ma’a Ahluh Wa’ Shohabuh, pendakwah Islam yang konon murid langsung dari Sembilan wali. Foto: Poetra/Palembang
Posted by:

PADA masa Kesultanan Palembang abad ke-16 di wilayah Batang Hari Sembilan mulai masuk penyebar agama Islam.
Salah satunya perempuan yang dianggap penyebar agama Islam di Kota Palembang. Konon ia merupakan salah satu murid dari sembilan wali dari Jawa yang dikenal Wali Songo. Kehadiranya di Palembang untuk menyebarkan agama Islam, dan dikenal dengan nama Ratu Bagus Kuning Ma’a Ahluh Wa’ Shohabuh.

POETRA – Palembang

Perjalanannya menuju Palembang tentu saja tidak mudah. Banyak halangan dan rintangan yang harus ia hadapi dan atasi. Demikian pula dengan ajaran yang disampaikannya, tidak begitu saja diterima oleh penduduk setempat. Bahkan menurut legenda, ia sering harus bertarung dan siap mengorbankan jiwanya demi menyebarkan ajaran Rasulullah SAW ini.

Hal itulah yang membuat Ratu Bagus Kuning sangat istimewa. Sebagai seorang pendakwah perempuan, dan juga dipercayai sebagai murid langsung dari ke sembilan wali pada masanya berhasil menyebarkan Islam ke penjuru Sumatera Selatan, dan mempunyai banyak pengikut dan murid hingga akhir hayatnya.

“Cerita Bagus Kuning dan sejarahnya selalu membuat kami penasaran, dan kerap mendatangi makamnya disetiap tahun. Tak tahu pasti bagaimana rupanya, namun kami yakin sebagai pendakwah islam perempuan pada masanya, ia pasti disegani,” terang Makruf, salah seorang Peziarah asal Bangka Belitung.

Menurut Makruf, ada legenda yang selalu membuat ia terkenang dengan Bagus Kuning, yakni cerita tentang Bagus Kuning dan pasukan kera yang ia taklukan, dan mengajak mereka menyembah Allah SWT.

”Cerita ini benar-benar sangat menarik, bahkan antara percaya dan tidak. Faktanya di kawasan makam dan sekitaran stadion, selalu ada ribuan kera liar yang seliweran. Namun kerap menghilang entah kemana, kera-kera itupun sama sekali tak pernah ke jalan atau ke pemukiman, meskipun tempatnya dekat dengan jalan raya,” terang Makruf yang mengatakan sudah 3 kali berziarah ke makam Ratu Bagus Kuning tersebut.

Makruf mengaku, kedatangannya ke makam selain berziarah, ia juga kerap rindu dengan suasana indah di kawasan makam. Dirinya juga selalu belajar dan mendalami keteladanan Ratu Bagus Kuning dari kisah yang ia dengar. ”Banyak hal menarik dari sosok Ratu Bagus Kuning. Selain ziarah, saya belajar banyak di sini, terutama sejarah penyebaran Islam di wilayah Batang Hari Sembilan,” terangnya. (**/bersambung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses