Tempat-tempat Bersejarah yang Masih Didatangi Umat Muslim di Sumsel (6)

Tempat-tempat Bersejarah yang Masih Didatangi Umat Muslim di Sumsel (6)
Makam Ratu Bagus Kuning Ma’a Ahluh Wa’ Shohabuh.
Posted by:

MESKIPUN hanya mendengar legendanya saja, tak membuat sebagian masyarakat kehilangan keyakinan, akan kesaktian Ratu Bagus Kuning Ma’a Ahluh Wa’ Shohabuh, sebagai penyambung penyebaran Islam dari wali sembilan di tanah Jawa. Namun, hal itupula yang kerap disalahartikan, dan membuat Wali Allah ini dikeramatkan makamnya, dan dipintai sesuatu sebagian orang, yang tanpa disadari menjadi syirik dan melupakan Tuhannya.

POETRA – Palembang

Mengagumi, serta mentauladani sosok Wali Allah adalah sesuatu yang sangat baik dan dianjurkan. Namun bagaimana jika kekaguman itu berubah menjadi kesyirikan, tanpa disadari oleh diri kita.

Setidaknya pesan itulah yang disampaikan dalam legenda Ratu Bagus Kuning, yang mengingatkan pasukan kera, agar tak menyembahnya, melainkan hanya menyembah Allah SWT sebagai Tuhan pencipta semesta alam.

”Itu yang sangat perlu diluruskan. Makam itu semata-mata untuk mengingat, untuk mentauladani apa yang dilakukan mendiang sewaktu hidup. Diambil sisi baiknya, dicontoh kearifannya sebagai manusia yang pantas dicontoh,” terang Bhatara Semar Malaya, salahsatu pemerhati budaya Melayu dan Keislaman di Palembang ini.

Dikatakan Bhatara Malaya, makam Bagus Kuning, maupun ulama penyebar Islam lainnya di Palembang, sangat patut dilestarikan. Namun dengan catatan sekadar mempelajari, mendalami, mengagumi, mengambil hikmah dan kearifannya sebagai sosok panutan pada masanya. ”Makam ulama, ataupun berkaitan dengan penyebaran agama Islam dalam sejarahnya patut kita ketahui. Sebab dari mereka kita bisa banyak belajar tentang arti kehidupan, dan mengingat selalu dan menyerahkan semua pada Allah SWT dan menjadikan alquran sebagai pedoman hidup,” jelasnya.

Menurut Bhatara Malaya, tak jarang ditemui orang yang berziarah ke makam dengan tujuan meminta sesautu. ‘’Nah yang seperti ini perlu kita luruskan. Jelas meminta sesuatu selain kepada Allah SWT, jelas syirik hukumnya. Yang mengabulkan bukan Allah, melainkan syetan yang memang senang mengajak manusia dalam kesesatan,” terangnya.

Maka dari itu, lanjut Ketua Sriwijaya Supranatural Community ini, disetiap makam bersejarah, terutama Wali Allah atau ulama lainnya, wajib dituliskan atau dengan peringatan keras untuk tidak melakukan hal-hal berbau syirik di makam, guna mengurangi kesesatan. Atau juru kunci makam wajib mengingatkan setiap penziarah, agar tak macam-macam dimakam.

”Ini memang sulit dikontrol, tapi dengan dibuat peringatan, berupa tulisan maupun teguran dari juru kunci makam, bahkan saling mengingatkan sesama muslim, Insha Allah bisa dicegah. Sebab tak jarang dan tak sedikit pula orang berziarah dengan tujuan macam-macam,” tukasnya. (**/bersambung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses